Contemporary Issues, Latest

Keketuaan ASEAN dan Pertaruhan Komunitas ASEAN 2015

Deadline terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 sudah semakin dekat. Peran Ketua ASEAN mulai tahun ini hingga tahun 2015 nanti akan sangat menentukan tercapainya impian yang digagas tahun 2003 silam. Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun lalu telah cukup berhasil memberikan fondasi yang kuat untuk mendekatkan ASEAN pada tujuan tersebut. Berbagai pencapaian penting seperti penanganan konflik perbatasan Thailand-Kamboja, kemajuan konflik Laut China Selatan, demokrasi di Myanmar dan citra ASEAN di kancah internasional telah semakin menguatkan ASEAN sebagai aktor tunggal yang mampu mengintegrasikan diri sebagai komunitas regional tersukses kedua setelah Uni Eropa. Meskipun demikian, keketuan ASEAN mulai tahun 2012 ini akan dipegang oleh negara-negara anggota yang biasa disebut lapis dua dalam ASEAN (terkecuali Brunei Darussalam). Berturut-turut keketuaan ASEAN akan dipegang oleh Kamboja (2012), Brunei Darussalam (2013), Myanmar (2014), dan Laos (2015). Di tangan negara-negara ini lah nasib komunitas ASEAN 2015 berada. Pertanyaannya kemudian adalah akankah negara-negara ini mampu membawa ASEAN semakin mendekati mimpinya menjadi sebuah komunitas tahun 2015 nanti?

Ketiga negara yang akan memegang keketuaan ASEAN yaitu Kamboja, Myanmar dan Laos merupakan bagian di ASEAN yang dikenal dengan negara CLM (Cambodia-Laos-Myanmar). Pengelompokan ini tidak hanya merupakan pengelompokan geografis dimana negara-negara ini merupakan negara Asia Tenggara daratan tetapi juga status keanggotaan dimana mereka merupakan negara anggota baru yang bergabung di ASEAN. Lebih dari itu, negara-negara ini merupakan negara baru merdeka yang masih mengalami banyak permasalahan transisi internal baik dalam hal ekonomi maupun politik. Dalam data daftar ranking negara berdasarkan GDP oleh Bank Dunia, negara-negara ini menduduki peringkat diatas 100 atau lebih rendah daripada setengah total negara-negara dunia dan bahkan lebih rendah daripada ASEAN-6. Sebagai gambaran, pada tahun 2009 GDP per kapita Singapura sebagai sesama anggota ASEAN adalah empat kali GDP Laos, lima kali GDP Kamboja dan sembilan kali GDP Myanmar.

Dalam hal politik, negara-negara CLM merupakan negara yang terkenal dengan permasalahan demokrasi terutama terkait kebebasan berpolitik. Dalam laporan yang dirilis Freedom House; Kamboja, Laos dan Myanmar termasuk dalam negara yang ‘tidak bebas’ dalam penilaian kebebasan yang menyeluruh (global freedom) baik dari political rights maupun civil liberties. Dengan permasalahan internal tersebut, akan sulit bagi negara CLM untuk membagi perhatian antara permasalahan domestik dan keketuannya di ASEAN.

Selain permasalahan internal tersebut, negara-negara CLM ini juga menghadapi tantangan besar dalam hubungannya dengan negara-negara lain baik dalam ASEAN maupun di kancah internasional yang akan mempengaruhi kepemimpinannya sebagai ketua regional ASEAN nanti. Kamboja yang sedang menjabat sebagai ketua ASEAN tahun ini memiliki konflik perbatasan yang sedang menghangat dengan Thailand. Bagaimana Kamboja sebagai ketua ASEAN dan sebagai disputant menghadapi konflik ini sangat menentukan keberhasilan kepemimpinannya di ASEAN tahun ini dan tentu saja ASEAN secara keseluruhan. Myanmar meskipun tidak memiliki masalah per se dengan masing-masing negara ASEAN, negara ini merupakan negara yang paling diragukan dunia internasional untuk bisa memimpin ASEAN pada 2014 nanti. Pelanggaran HAM dan demokrasi yang saat ini masih belum terselesaikan membuat pengajuan diri negara ini sebagai ketua ASEAN 2014 dikecam dunia. Meskipun telah menunjukkan kemajuan yang signifikan akhir-akhir ini, tetap perlu dipertanyakan apakah perubahan tersebut benar-benar perubahan menuju Myanmar lebih terbuka atau ada vested interest didalamnya. Yang terakhir, Laos dan terutama Brunei Darussalam tidak memiliki masalah dengan negara manapun. Bahkan Brunei Darusalam merupakan negara paling maju kedua secara ekonomi di ASEAN setelah Singapura. Meskipun demikian, negara ini– tidak hanya karena penduduknya yang kecil tetapi juga karena kebebasan politiknya yang masih setengah-setengah dan tentu saja kebijakan luar negerinya selama ini– kurang cukup berpengaruh memimpin ASEAN di saat-saat krusial seperti ini. Diperlukan kepemimpinan yang kuat untuk terus menyatukan negara-negara anggota ASEAN dalam sebuah komunitas, mempertahankan demokrasi di Myanmar yang selama ini menjadi nila setitik, menyelesaikan konflik perbatasan dan tentu saja konflik maritim di Laut China Selatan.

Dengan kelemahan masing-masing negara calon ketua ASEAN tersebut, perlu topangan  kuat negara-negara lain di ASEAN untuk membantu mengelola kawasan Asia Tenggara ini. Langkah yang ditempuh Kamboja untuk berhati-hati dalam menyelesaikan konflik perbatasannya dengan Thailand dan mempersilakan Indonesia untuk menjadi pengamat perbatasan merupakan salah satu contoh kolaborasi yang baik antar negara ASEAN dalam menyelesaikan konflik kawasan. Fokus pada pembentukan komunitas ASEAN juga merupakan kunci utama keberhasilan ketua ASEAN mendatang. Dengan tidak terlalu ambisius dengan banyak hal lain dan lebih fokus pada terwujudnya komunitas ASEAN akan sangat membantu ASEAN mendekati targetnya tiga tahun mendatang tersebut. Dan meskipun memiliki kelemahan seperti telah dibahas diatas, kepemimpinan negara-negara lapis dua tersebut bukan berarti tidak akan sukses membawa pada komunitas ASEAN. Kesempatan menjadi ketua ASEAN justru akan lebih mendorong negara-negara lapis ini untuk lebih dapat meningkatkan kapasitasnya agar bisa bersanding dengan negara-negara ASEAN lainnya. Vietnam telah membuktikannya pada keketuannya 2010 silam. Begitu juga, memberi kesempatan pada Myanmar sebagai ketua ASEAN bagaimanapun riskan merupakan langkah yang tepat untuk mendorong negara tersebut tetap berada pada track-nya menuju demokrasi. Pada akhirnya memberikan kesempatan pada negara-negara lemah ini disisi lain justru lebih membawa ASEAN pada suatu komunitas yang lebih setara 2015.

Discussion

6 thoughts on “Keketuaan ASEAN dan Pertaruhan Komunitas ASEAN 2015

  1. untuk isu-isu seperti ini apakah bisa atau mungkin untuk dijadikan bahasan skripsi mba?

    Posted by yongki | February 27, 2012, 12:33 pm
  2. 2015 terlalu cpt, mungkin 10 tahun lgi baru bisa terwujud komunitas asean…

    Posted by barra | March 26, 2012, 8:30 am
  3. kira” apa peran indonesia yg saat ini sudah tdk lagi menjabat sbg ketua untuk trciptanya komunitas asean 2015?
    dgn melihat kketuaan sperti kamboja,myanmar yg agak diragukan dalam kpemimpinannya

    Posted by Taufik Heryanto (@taufik_ona) | June 19, 2012, 3:09 pm
  4. trus kira” apa upaya pemerintah RI untuk mningkatkan kualitas SDM INdonesia,krna mengingat daya saing ktika terwujudnya ASEAN community 2015 itu akan lbh keras dan kompetitif? krn jika indonesia tdk bs mningkatkan SDM nya,saya rasa kita akan tergilas oleh arus globalisasi,dan akan smkin memperburuk stabilitas nasional.

    Posted by Taufik Heryanto (@taufik_ona) | June 19, 2012, 3:22 pm
  5. jangan tanya upaya pemerintah, tpi tanyakanlh pda dri anda apa yg sdh anda lakukan utk meningkatkan daya saing anda dg org asean lainnya?

    Posted by barra | June 27, 2012, 12:41 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: