Religion

Rezeki dalam Islam

Dua hari yang lalu saya mengikuti Shalat Tarawih berjamaah di Masjid dekat kos saya. Seperti biasa, jeda antara Shalat Isya’ dan Shalat Tarawih selalu diisi dengan ceramah singkat oleh Imam yang memimpin Shalat pada hari itu. Saya selalu suka sesi ini karena banyak hal baru dan menarik yang saya dapatkan tanpa harus membaca buku-buku agama terlebih dahulu. Hehe. Setelah beberapa hari sebelumnya diisi dengan ceramah tentang Jaminan Sosial dalam Islam yang menurut saya sangat insightful, hari itupun saya mendapat ceramah yang sangat mencerahkan karena tema hari itu adalah tentang rezeki. Haha.

Cerita punya cerita kondisi saya beberapa waktu belakangan ini tepat seperti yang digambarkan Imam tersebut, sedang frustasi dengan ketidakberuntungan yang menimpa. Tiket pesawat yang hangus sia-sia, pengeluaran yang sangat membengkak, sampe kasir yang salah memasukkan harga belanjaan pun dapat membuat saya marmos. Tapi ya begini lah nasib fresh graduate yang belum settle, seret pendapatan.

Makanya ketika sang Imam memberikan wejangan bagi para manusia yang sedang frustasi dengan rezekinya, saya langsung fokus. Menurut imam tersebut, terdapat beberapa jenis rezeki di dalam Islam dan cara mengupayakannya. Pertama, rezeki dasar yang memang sudah ditentukan Tuhan untuk setiap makhluknya. Jadi meskipun mungkin kita bermalas-malasan, kalo emang udah rezeki kita, ya ada aja yang bisa kita dapat. Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa adanya rezeki jenis pertama ini jangan sampai menjadikan kita fatalis, tidak merasa perlu bekerja karena beranggapan bahwa apa-apa telah diatur Tuhan. Bagaimanapun rezeki dasar ini hanya untuk basic individu saja. Justru adanya rezeki ini membuat kita selalu optimis karena Tuhan telah memberikan bekal rezeki untuk masing-masing kita. Kedua, rezeki yang akan Tuhan berikan ketika kita mengupayakannya. Sebagai makhluk sosial, kebutuhan kita sangat banyak dan Tuhan telah menyatakan secara tegas, dan sekali kali manusia tidak akan mendapatkan selain apa yang telah dia upayakan. Tuhan memiliki neraca perhitungannya sendiri dan malaikatpun tak pernah lengah mencatat setiap perbuatan manusia, oleh karena itu bekerja keraslah jikalau kita ingin mencapai sesuatu. Tidak pernah ada yang sia-sia dari apa yang kita usahakan. Meskipun demikian, beberapa golongan orang rasionalis terlalu berlebihan dalam menilai rezeki sebagai usaha manusia sebagaimana golongan tradisionalis menilai bahwa rezeki telah ditentukan Tuhan sehingga banyak sekali orang hanya beroperasi pada kedua wilayah ini. Padahal masih terdapat tambahan-tambahan rezeki lain yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi Rizki. Jenis rezeki ketiga adalah rezeki yang akan Tuhan tambahkan bagi hambanya yang bersyukur. Dalam Al Quran dijelaskan bahwa Tuhan akan melipatgandakan nikmat untuk para ahli syukur. Hal ini sangat penting untuk menghindarkan manusia dari keputusasaan terhadap rezeki dari Tuhan ketika usahanya mentok. Ketika memang kita sudah berupaya semaksimal mungkin namun rezeki belum juga menghampiri, kita harus bertawakal dan bersyukur dengan apa yang masih kita miliki saat ini. Keempat, Tuhan memberikan rezeki kepada setiap orang yang bertakwa. Betapa kita sebagai umat Islam sangat dilimpahi rezeki dan nikmat dari Tuhan karena setiap perbuatan kita di jalan Tuhan akan membuahkan kebaikan untuk kita. Tuhan telah menyatakan bahwa jika kita membantu dan mempermudah urusan saudara kita, Tuhan pun akan mempermudah urusan kita. Bahwa jika kita mendekati Tuhan satu langkah, Tuhan akan mendekati kita dua langkah. Subhanallah. Kelima, Tuhan memberikan rezeki pada orang yang mengemban tugas berat dari Tuhan seperti para nabi dan orang-orang yang mendedikasikan hidupnya demi agama dan umat seperti para sahabat Nabi dan para ulama. Dan meskipun dalam taraf yang berbeda, poin kelima ini pun dapat kita artikan bahwa sebenarnya setiap umat Islam dapat memperjuangkan rizki Tuhan dengan berjuang untuk agamanya yang memang sudah seharusnya dilakukan. Saat ini tak bisa disangkal bahwa peradaban Islam sedang mengalami kemunduran dan banyak yang bisa dilakukan oleh umat untuk turut merevitalisasi agama kita. Namun tetap, yang menjadi catatan, bukan dengan kekerasan atau cara-cara sempit lain.

Begitulah, banyak cara mengejar rezeki Tuhan sehingga tidak seharusnya ada keputusasaan ketika apa yang kita harapkan belum tercapai. Catatan kecil ini lebih sebagai pengingat untuk diri saya dan semoga juga bermanfaat untuk pembaca. Selamat berpuasa =)

Discussion

4 thoughts on “Rezeki dalam Islam

  1. hmmm nice post.. artikel singkat yang bermanfaat🙂

    Posted by saya sendiri | November 10, 2011, 8:29 am
  2. hmmmm,,,betul,,,semangat baru bwt fresgraduate yang lum dapet kerja,,,meskipun beribu2 lamaran n tes gagal,,,,samangat,,,

    Posted by bayu | November 16, 2011, 10:12 pm
  3. ada 10 jalan rezeki. 9 diantaranya melalui perniagaan.. 9 itu apa saja dan yang 1 itu juga apa? bisa bantu cari jawabannya? *mikir keras garuk2 dengkul

    Posted by biasa di panggil gitong | February 19, 2012, 3:28 pm
  4. walpun saya telat baca ni article still awsome,,
    makasih non bella,ijin copas ya

    Posted by Dhanial | June 15, 2012, 3:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: