Other Scratches

My First Football Experience in Singapore

Sebenarnya saat ini saya harus mengerjakan tugas. Tapi berhubung ini sudah nyaris senin pagi yang berarti hari-hari saya akan sibuk, saya menyempatkan diri saya untuk menulis blog weekend ini. Sumpah, saya tidak ingin melewatkan pengalaman pertama saya menonton bola di Singapore yang ternyata menjadi hal terkonyol yang saya lakukan di Singapore.

Kalau ditanya masih suka bola, jelas jawabannya masih. Cuma dikarenakan laptop saya terlalu tua untuk streaming dan terlalu kasihan untuk ditambahin software baru (satu-satunya software baru yang saya pasang adalah RAHS karena wajib untuk kuliah!), jadi saya terima sajala tidak nonton bola. Mau nonton sama temen, nggak ada yang tertarik. Sekalipun ada, mau nontonnya juga dimana,,di Clark Quay??? haduh..

Cuma karena saya tahu ini adalah big match terakhir musim ini dengan MU-Chelsea hanya selisih 1 poin, saya pingin banget nonton. Yah paling nggak selama di Singapore nonton bola sekali lah. Kebetulan Agung, teman saya mau pergi ke gereja, jadi dia mau meminjamkan kunci kamarnya untuk saya. Huraiy. Serunya lagi si tata, temen saya yang lain dari NTU mau gabung nonton..haha, ada temennya juga..Akhirnya dia bela-belain ngungsi ke PGP malem itu.

Setahu saya jam 19.45 di Indo itu berarti jam 20.45 nya Singapore. jadi saya santai-santai saja lah menunggu Agung pulang dari kontes menyanyinya ( dia berencana balik PGP dulu sebelum ke gereja). Eh ternyata dia batal ke gereja, cuma kita tetep nebeng di kamarnya.

Nah, masalah datang ketika ternyata Agung belum punya downloadan streaming bola. Haduh, padahal asumsiku itu dia sudah punya. Mampus deh kita. Akhirnya kita search di internet. yang pake media player failed semua dan yang tanpa aplikasi tambahan nggak mau loading. Download softwarenya pun lemotnya nggak kira-kira. Sumpah stres banget kita. Mana suara orang-orang yang nobar mulai dari Hooegarden, lantai atas, bahkan kamar samping kedenger semua. Ngeselin banget. Parahnya lagi ketika ternyata itu sudah menit ke 60 dan kita belum bisa juga akses. Saking keselnya tata mengusulkan untuk nggedor kamar sebelah buat gabung nonton. Mulanya saya pikir itu becanda, tapi sepertinya dia serius. Akhirnya kami panggil Agung yang sedang membeli makan untuk pulang dan melobi temennya buat nonton bareng. Eh, bukannya memanggil temen di kamar sebelah, dia malah ngerusuhin anak clusternya yang sebelumnya sama sekali tidak dia kenal. Katanya tadi dia asal ngeliat orang itu lagi nonton bola. haduh dasar Agung.. Cuma mungkin karena kita lagi panik kali ya, jadi pikirannya nggak bener semua. Jujur deh itu malu-maluin banget. Inget banget ketika Agung bilang ke temennya terus temennya bilang “oh sure, sure”, terus agung bilang ” but they are girls!”, “what???” buru-buru dia make baju..

haduh, hal konyol akhirnya terjadi. Saya dan Tata menonton bersama orang tidak dikenal di kamarnya. Sudah kita beda jenis kelamin, beda agama, beda ras, beda bahasa, beda kuliah dan yang jelas beda tim..mana kita pake kerudung pula..ckckckck, Tuhan..mungkin dia juga masih belum percaya kali ya ada dua cewek tiba-tiba dateng gitu nimbrung nonton tereak-tereak pula..ckck, padahal kamar sebrang lagi belajar kelompok.

Tapi ya begini lah bola, dari yang nggak kenal jadi kenal. Makasih deh buat temennya Agung. Maaf merepotkan.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: