Other Scratches

Community Service Series: “can I go home?”

Honestly, tadi saya males banget beranjak ke NUH. Hehe, bukannya males dengan kegiatannya. Cuma sudah dua hari ini saya mengalami gejala skripsi-addict. Jadi, kalo lagi semangat ngerjain skripsi gini, ya tuhan sumpah sudah males banget rasanya mikir yang lain, makan, kuliah, jalan, ahaha, parah banget ya. Alhasil, maag sedikit kumat hari ini.

Tapi tuntutan kewajiban dan rasionalitas juga, saya masih punya kesadaran untuk melakukan hal lain, termasuk community service ini. Dan saya tahu saya akan mendapatkan sesuatu baru disini seperti biasa.

Kata Mirah saya ini sudah agak aneh tertarik dengan barang-barang yang berhubungan dengan anak-anak. Haha, saya juga heran, belakangan saya nggak nahan banget pingin beli buku cerita anak-anak, suka dengerin nasheed anak-anak dan tertarik mengamati mainan mereka. Serem ya kedengarannya. Yang jelas, tadi sembari menunggu ketua kelompok saya datang, saya melihat-lihat buku-buku ensiklopedi anak-anak. Sumpah, kalo saja adek saya bisa bahasa Inggris pingin deh tu barang-barang saya beli.

Untung ketua saya segera datang sebelum saya terlarut dengan barang-barang itu. Kami langsung menuju ke Children Ward disana. Hmm, disini tambah bikin mupeng banget. Tempatnya so anak-anak banget. Ya Tuhan, coba deh rumah sakit di jojga punya beginian. Heuh.

Quang menghampiri seorang anak yang terbaring dengan kaki diperban. Anaknya nice banget. Kami main kartu bersama. Jadi sistemnya kami masing-masing mendapat setengah dari total jumlah kartu. Setiap ronde kami membuka kartu kami dan cepet-cepetan menebak binatang apa yang ada di kedua kartu yang kami lempar. Itu anak sudah mahir banget. Dengan PD nya dia bilang “Now i give you 4 more card so there is no reason to lose this game” Huaa, dasar, menyepelekan kemampuan saya dia. Tapi so much fun. Mamanya juga baik. Dan beliau adalah ahlinya permainan ini. Itu anak yang selalu mengalahkan saya, tidak pernah menang melawan mamanya. Heuu, mau tuh nanti jadi mama kayak gitu. Hehe.

Pindah ke tempat tidur sebelah, ada seorang anak yang meringkuk sendirian di tempat tidur. Sepertinya kesepian. Kata Quang dia tidak mau diajak bermain. Tapi ternyata ketika saya nekat menghampiri, dia memberi respon positif. Saya tahu anak ini bukan tipe anak yang terbuka. Parahnya lagi kami tidak membawa mainan apa-apa kesini. Akhirnya saya memutar otak. Untung saja tadi saya membawa kertas ajaib host fam saya. Sudah saya ceritakan kan host fam saya ahlinya menangani anak-anak? Nah, akibatnya selama kunjungan saya ke rumahnya beberapa minggu yang lalu, saya mendapat training bermain dengan anak. Ternyata useful juga. Anak tersebut tertarik dengan kertas ajaib saya, juga tebak-tebakannya. Wah, makasih Mr. Koh.

Di akhir waktu kunjungan kami, kami menggambar wajah kami satu sama lain. Ternyata dia suka menggambar. Karena kesepiannya dia menggambar hewan-hewan yang ada di tirai tempat tidurnya, menggambar ekspresi orang-orang di bangsal tersebut dan wajah teman-teman dan keluarganya. Sebenarnya saya pingin bertanya dimana keluarganya, tapi tentu saja tidak boleh. Saya terharu sekali ketika menemukan tulisan berulang-ulang yang memenuhi satu halaman buku gambar sendiri, berbunyi “Can I go home?” Ya Tuhan, tentu saja kamu bisa pulang. Di samping gambar yang saya buat untuknya saya tuliskan “get well soon. sure you can go home soon!!!”

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: