On Travel, Special Events

NUS Muslim Society: KL Trip (part 3)

Saya tidak sadar kalau ternyata hobi saya blogging sambil menikmati cokelat panas. Dan kali ini saya akan kembali meneruskan cerita seru tentang saya dan komunitas Islam di NUS. Hmm, tidak disangka ternyata semakin lama semakin seru saja ceritanya.

Jumat ini seperti yang telah direncanakan jauh-jauh hari, saya mengikuti kunjungan ke KL yang diadakan oleh society ini. Haha, mungkin Anda akan mengatakan “KL?Again?!” Well, sepertinya teman-teman saya sudah mengatakan hal tersebut, dan jawaban saya sama seperti dengan jawaban saya untuk acara-acara sebelumnya. “the point is that i wanna be with my community. And tour ,usually, and should be the best way to get to know each other”.

Jadi, hari itu, meskipun saya rush dengan tugas dan kuliah saya, saya akhirnya sampai di central forum, tempat berkumpul kami. Kaget juga, ternyata yang ikut hanya sedikit, dua puluhan orang kalau tidak salah. Dan hanya lima orang yang bener-bener tamu, yaitu Alice, Minnie, Camile, Gina, dan saya. Keempat teman saya ini adalah non-muslim. Lebih kaget lagi, ternyata kami baru bisa naik bis yang akan mengangkut kami dari Kallang. Nggak seru banget kan. Itu dua bus stop lebih jauh daripada Bugis! Emang sih kami tidak berharap banyak dari perjalanan ke KL 50 sgd, cuma aneh banget kalo gini jadinya. Kami jadi semakin surem, jangan-jangan disana kita juga harus bayar transport lokal lagi???

Untungnya tidak. Bis ini akan mengantarkan kami selama kunjungan sehari tersebut. Dan terlepas dari keterlambatan keberangkatan yang nggak kira-kira (saya tidak protes karena saya juga berkontribusi pada ini), kami cukup nyaman dengan bis ini. Dan yang terpenting, kami mulai mengenal satu-sama lain. Paling tidak saya tahu bahwa tiga bersaudara Jasmani ikut dalam tur ini, begitu juga Walid bersaudara.

Dari sini pula lah pengalaman seru menghampiri.

Checkpoint Trouble

Hmm, belum sampe Malaysia, Camile, Alice dan saya sudah membuat masalah. Begitu sampai di Checkpoint, panitia meminta kami untuk hanya membawa passport, dan dengan bodohnya kami menuruti perintah mereka. Maksudku, halo, mereka kan Singaporean, pasti lupa kalo kami ini exchange dari negara lain jadi memerlukan student visa. Dan khusus untuk saya sendiri, bagaimana mungkin saya lupa membawa visa student ke petugas padahal baru seminggu yang lalu saya kesini. Duh, duh, alhasil, kami bertiga tidak bisa lewat imigrasi. Lebih parah lagi bis kami tentu sudah masuk pemeriksaan. Hmm, setelah diskusi beberapa menit, kami akhirnya digiring ke antor ICA. Intinya, petugas ini hendak meminta ijin untuk mengantar kami ke bis. Haha, trouble sih, tapi seru juga, berasa kayak di film aja. Menghadap ICA dan dikawal petugas. Untungnya itu petugas Malay, oh bukan, keturunan Jawa sebenarnya. Dia baik banget, dan kita ngobrol cukup banyak saat itu. Mungkin nggak enaknya adalah kami membuat teman-teman lain menunggu. Dan yang membuat kami heran adalah sudah setengah jam lebih kami menunggu bis kami, bis itu tidak muncul-muncul..Ya Tuhan,, kami baru menyadari pasti bis tersebut tertahan juga di imigrasi karena suatu alasan. Dan ternyata benar. Ketika Petugas menggiring kami ke bis, kami baru tahu kalo ternyata supir bis tersebut lupa membawa atau menaruh passportnya. Dudul banget nggak sih. Ternyata bukan hanya kam yang trouble. Alhasil kami harus menunggu satu jam lagi sampai ada sopir pengganti datang.

Bosen? Nggak juga tuh. Justru acara semakin seru soalnya kami membuat games dadakan disana. Dengan asal duduk di lantai, melingkar, dan tidak peduli orang-orang melihat, kami memainkan beberapa games yang saya tidak tahu sebelumnya. Games pertama adalah piknik ke New Zealand! Jadi, kita berencana pergi ke New Zealand, barang-barang apa saja yang mau kamu bawa kesana???Haha, butuh waktu cukup lama untuk saya mengerti kunci permainan ini. Ada lagi permainan Fuzzy Wuzy. Fuzzy Wuzy likes bottle but it doesnt like water! Haha, apa lagi ini. Untung teman saya memberitahu saya. However, afterall, yang paling seru adalah permainan polar bear! Wow, i played as polar bear and succeed to kill almost all of the villager! Haha.

Hey, muka sok inocent ini polar bearnya lho! =)

Oke, bis sudah datang, mari kita lanjutkan perjalanan dan makan malam di Johor.

International Islamic University Malaya

Ternyata kami tidak perlu menginap di Masjid karena kami tepat sampai ke tempat tujuan pukul 7 pagi. Dan kami langsung menuju ke Universitas Islam International. Hmm, bangunannya bagus. Dalemnya kurang lebih nggak jauh beda lah sama UGM, terutama konsep rektoratnya. Cuma disini kesan religiousnya tu dapet banget, jadi kerasa bagus. Sepertinya disini banyak mahasiswa asing juga, soalnya saya melihat beberapa westerner lewat. pemandangan yang sedikit aneh menurut saya. Namun bukan ini yang membuat saya agak minder.

Pertama adalah mahasiswinya. Mungkin karena yang kami kunjungi pas bagian Islamicnya atau memang seperti itu, tapi sebagian besar mahasiswi disini berkerudungnya tu tidak jauh berbeda dengan yang di Singapore, penampilannya feminim. Terlebih disini sebagian dari mereka menggunakan baju one-peace. Huu, tidak seperti saya yang masih memakai skinny jeans dengan kerudung asal lempar ke belakang. Hehe. Habis saya mau praktisnya saja sih. Tapi ternyata berkerudung seperti mereka terlihat lebih manis.. jadi pingin pake rok..Haha

Hal kedua yang tidak kalah membuat saya minder dan sedih adalah ketika melihat library nya. Ya Tuhan, sudah mirip yang di NUS aja. Bahkan menurut teman saya ini lebih besar. haduh, saya jadi teringat di UGM, Universitas yang selalu saya banggakan, perpusnya..haduh, no comment saja. Saya jadi sedih saja, Universitas di negara tetangga saja sudah semodern ini lho, dengan card-detected intrance, rak-rak baru,talking point yang cozy dan buku-buku yang baru. Dan yang menarik disini adalah terdapat expose Al Quran dalam banyak bahasa. Wow. Bedanya juga disini ruang baca cowok sama cewek dipisah.

Introduction to Islam – Lecture

Tidak hanya melihat dan berkeliling Universitas, kami juga mengikuti satu kuliah pagi dengan tema Pengenalan Islam. Ini ditujukan untuk membantu teman-teman kami non muslim untuk lebih bisa memahami Islam. Dan meskipun saya muslim, kuliah ini sangat insightful. Mengundang profesor sekaligus penulis terkenal, kuliah ini sangat menarik untuk saya karena beliau mencoba menjelaskan fenomena dunia dari perspektif agama, bukan politik seperti yang selama ini saya lakukan. Banyak sekali yang beliau sampaikan tetapi beberapa intinya adalah bahwa manusia sebenarnya terdiri dari 3 komponen utama, yaitu fisik, intelektual dan spiritual dimana kebutuhan fisik akan dipenuhi dengan materi, intelektual dengan ilmu pengetahuan, dan spiritual akan dipenuhi dengan agama. Manusia akan bahagia dan merasa hidup seperti manusia jika ketiga unsur ini terpenuhi secara seimbang. Sayangnya manusia terkadang hanya memperhatikan dua aspek yang pertama sehingga mereka mengalami kekosongan spiritual. Ini lah yang terjadi di negara-negara maju dimana tingkat bunuh dirinya sangat tinggi. Mereka mengalami kekosongan dan kehilangan arah yang sering berujung pada depresi. Tidak heran juga jika salah satu penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Asia Timur terjadi kecenderungan orang-orang dalam pencarian agama. Beberapa negara yang tingkat bunuh dirinya tidak begitu tinggi mencoba untuk mencari alternatif lain. Disorientasi membuat mereka mencari satu tokoh panutan atau model melalui sosok Idola, superhero, dan lain-lain.

Saya sangat suka ketika beliau mengatakan bahwa agama tidak hanya sekadar beribadah kepada Tuhan, tetapi juga tentang mengerti diri Anda, tentang menjalani hidup layakna manusia. hmm, masih banyak cerita beliau, namun tentu akan sangat banyak jika saya menulisakannya disini. Mari kita ke ISTAC=)

ISTAC

ISTAC atau International Institute of Islamic Tought and Civilization adalah bagian dari UIA, tempat yang kami kunjungi diatas. Jika Anda hanya tersasar kesini dan berkeliling, Anda akan mengira bangunan layaknya Istana kuno ini hanyalah bangunan bersejarah di KL. Tapi perlu Anda tahu, ini adalah bagian kampus UIA yang digunakan untuk kuliah post-doctoral! Sumpah, kalo kampusnya kayak gini, q juga mau. Haha. Keren banget. Arsitektur bangunannya kuno gaya mediteranian dan Spanyol dengan halaman tengah yang luas. Ruang perkuliahannya mirip seperti ruang pengadilan kuno atau gereja. Di dalam kantor terdapat pintu yang dikreasi mirip seperti kabah. Haduh, duh, sayang banget kami tidak bisa menjelajah lebih lanjut karena kesalahpahaman antara panitia dan pengelola kampus (mereka belum menerima surat kedatangan kami!). Huu, padahal saya pingin sekali melihat perpustakaannya yang dari luar sudah tidak jauh beda dengan perpusnya hogwarts. pasti seru banget. Akhirnya kami hanya foto-foto saja di luar. Mungkin buat Anda yang ingin foto pre-wed, tempat ini sangat cocok lho..=)

Masjid Putrajaya

Fuih, nggak kerasa ternyata sudah sore dan kami harus menuju tempat tujuan terakhir, yaitu Masjid Putrajaya. Ini kategorinya “wow, wow, wow” deh. Habis keren banget. Saya baru tahu kalau Malaysia memiliki tempat ini. hehe. Jadi bagi Anda yang belum tahu, kompleks Putrajaya ini adalah kompleks pemerintahan. Disini ada kantor kementrian yang bangunannya mewah tetap dengan gaya Islamicnya. Tepat di depan Masjid dan di tengah-tengah kompleks, terdapat lapangan luas yang sudah mirip sama lapangan merah di Moskow saja. Masjidnya sendiri sudah tidak perlu ditanya. B.A.G.U.S =)

Oh iya, ada cerita lucu ketika mengunjungi masjid ini. Ternyata pengunjung harus benar-benar memakai baju yang sopan, tertutup dan tidak membentuk badan. Akhirnya saya dan teman-teman non-muslim harus meminjam jas merah jambu disana untuk bisa masuk. Kami benar-benar terlihat seperti dementor! Haha

Akhirnya perjalanan kami di Malaysia selesai sampai disini. Bukan, lebih tepatnya di Alamanda dimana kami makan A&W dan berbelanja Roti Boyy.

Hmm, tulisan ini hanya merangkum sedikit dari sekian banyak pengalaman seru dan menyenangkan selama perjalanan kami. Yang jelas saya sangat menikmati keseluruhan proses, baik itu perjalanan itu sendiri maupun teman-temannya. Teman-teman non-Muslim juga sepertinya belajar sedikit banyak tentang agama kami. Saya tidak berharap banyak, tapi dari pertanyaan-pertanyaan mereka, tampaknya mereka mulai mengerti dan memahami beberapa bagian dari Agama kami. It was just efortlessly fun. We end up singing funny song in our way back home and bring unforgetable memory to PGP at 4am!

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: