On Travel, Special Events

Malaysia Backpacking 2010: KL-Penang (part 2)

Hmm, sebelum saya lupa atau kehilangan soulnya, saya hendak berbagi sisa-sisa cerita backpacking saya ke Malaysia minggu lalu. Dan sekarang kita sudah memasuki bagian dimana saya memulai perjalanan saya ke Penang.

Here is the story.

Setelah puas berjalan-jalan di Kuala Lumpur, saya bergegas ke Terminal Puduraya untuk naik bis yang akan mengantarkan kami ke Penang. Kali ini kami tidak naik Aeroline. Itung-itung hemat harga. Jadi pilihan kami jatuhkan pada Konsorsium. Perusahaan tersebut berbeda dengan coach yang mengangkut kami sebelumnya. Bis ini sama seperti bis regular antar kota lainnya. Dengan harga yang jauh lebih murah yaitu sekitar 32 ringgit, kami mendapatkan tempat yang cukup layak mines makan tentunya. Yah, paling tidak kami bisa melepas lelah dalam perjalanan selama empat setengah jam berikutnya.

Pukul 11.15 malam kami akhirnya sampai di Terminal Sungai Nibong, Pulau Penang. Alex, Mr Koh dan Saudaranya telah menunggu kami disana. Really can’t wait to see them soon. Benar saja deh, begitu ketemu mereka, kami semua saling nyerocos cerita ini itu. Alex bercerita pengalamannya dua hari ini di rumah Mr Koh. Dari ceritanya, kami tahu bahwa ternyata semua saudara Mr. Koh berdatangan ke rumah untuk merayakan Tahun Baru bersama. Karena terdapat sekitar 30 orang membajiri rumah, kami dan beberapa saudara Mr.Koh terpaksa menginap di penginapan di dekat rumahnya. Wah, sepertinya bakal seru. Perjalanan kami malam itupun cukup seru. Saya baru tahu kalau Pulau Penang memiliki sebuah bukit besar di tengah-tengahnya yang memisahkan bagian timur pulau, yaitu wilayah yang menghadap ke Malaysia, dan bagian barat pulau yang menghadap ke Sumatra atau yang biasa disebut sebagai Balik Pulau. Kebetulan proyek highway yan menghubungkan kedua wilayah ini mogok di jalan sehingga kita harus memutari bukit jika hendak mencapai Balik Pulau. Dan sulitnya akses langsung ke Balik Pulau tersebut benar-benar menciptakan gap yang sangat signifikan antara wilayah pesisir timur dan balik pulau. Jika wilayah timur telah menjadi metropolitan, wilayah balik pulau ini masih sangat natural dan pedesaan. Di tempat inilah keluarga host fam saya tinggal.

            Upeh Inn. Itu lah nama penginapan tempat saya, teman-teman dan beberapa keluarga Mr.Koh tinggal. Harganya sekitar 60 ringgit per kamar: 3 orang, AC dan TV kabel. Lumayan cozy cuma tidak senyaman Paradiso. Letaknya ada di deretan ruko di dekat jalan Nipah, tempat host fam saya. Mungkin jika Anda backpacker, agak seru juga tinggal disini karena di depannya berderet warung-warung makan yang buka pada malam hari. Ada convenient store dan warnet juga. Uniknya, ada satu space untuk UMNO yang saya lihat sedang meeting malam ketika kami menginap. (Menurut host fam saya mereka memang sudah seharusnya meeting karena mereka mengalami kekalahan melawan oposisi di Penang). Well, tanpa banyak obrolan, kami bertiga langsung telelap tidur malam itu. Saya tidak bisa berpikir untuk menghubungi teman saya lagi. Mungkin besok pagi.

            Pukul 9 pagi, host fam saya dan beberapa keluarganya yang belum pulang telah menunggu kami di rumahnya. FYI, orang tua host fam saya itu memiliki 10 orang anak, dan 25 cucu kalau tidak salah ingat. Sebagian besar dari mereka tinggal di luar negeri dan menjadi orang sukses. Host fam saya sendiri adalah pensiunan polisi di Singapore. Salah satu adiknya yang dengan baiknya mengantarkan kami kemana-mana, Michel, bekerja di Perusahaan asuransi Prudential di Pahang. Putri Michel yang juga kami temui disana, Adelia, sekarang sedang menyelesaika kuliah di Australia. Mereka semuanya nice, ramah, dan welcome. Bahkan saya mendapatkan angpao pertama saya disana. Haha, makasih Michel, I never get this before!Haha.

 

Saya senang sekali berada di tengah keluarga ini karena mereka sangat hangat. Saya belajar banyak hal dari mereka. Haduh dimana lagi sih saya bisa menemukan permainan seru, sulapan, kuis, dan tebak-tebakan yang dilakukan semua anggota keluarga. Saya bermain permainan ”English Corner” dimana kami harus memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris (mereka semua chinese), belajar sulapan korek api, tebakan kartu, melepas tali, membaca 3D, kertas kaget, dadu kata dll. Saya juga bisa merasakan suasana perayaan tahun baru china untuk pertama kalinya dengan kue-kue yang nikmat. Keluarga ini lah yang membuat kunjungan saya ke Penang istimewa, selain mungkin teman saya ntar. Oh iya, saya harus menghubungi teman saya. Tapi dimana ya, disini tidak ada telpon umum, hp saya masih tidak berfungsi, dan saya nggak enak untuk meminjam telpon di rumah saudara host fam saya itu. Ya sudah, mungkin nanti ketika kami pergi jalan-jalan. Really miss Nisha so much.

Penang Wet Market

Tujuan pertama kami pagi itu adalah Pasar Balik Pulau. Ini adalah tempat pasar yang baru karena sebelumnya terdapat tempat lama. Di pasar ini kami menemani Michel belanja sayuran. Ada beberap makanan khas Penang yang mungkin akan Anda coba jika berkunjung ke Pulau ini. Pertama adalah Manisan Pala. Ini adalah buah pala yang diawetkan dan dimaniskan dalam bentuk manisan. Rasanya pedas manis. Kedua adalah blacan, yang saya tidak mencoba bagaimana rasanya. Hehe. Ketiga adalah durian, yang juga tidak saya coba karena saya tidak suka dan saat itu bukan musimnya durian. Keempat adalah laksa balik pulau. Hmm, jangan berharap Anda akan menemukan laksa seperti yang Anda makan di Singapore. Disini, selain mi nya berwarna putih, laksa balik pulau sangat spicy. Coba saja.

 

Old House

            Hehe, ini bukan tempat wisata. Ini adalah rumah lama keluarga host fam saya. Disini adalah tempat dimana keluarga besar hostfam saya dulu tinggal. Banyak barang tua disini. Ada kebun juga dibelakangnya. Michel bercerita bahwa keluarga mereka dulu miskin. Meskipun demikian orang tua mereka selalu menekankan pendidikan untuk anak-anaknya. Saya yakin mereka pasti bangga melihat kesepuluh anaknya menjadi orang sukses sekarang.

 

Snake Temple

            Sore ini Alex pergi ke Medan. Kami hendak mengantarnya ke Bandara. Karena letaknya dekat dengan Snake Temple, kami menyempatkan untuk mampir kesana terlebih dahulu.

            Snake Temple adalah salah satu temple yang terkenal di Penang. Disini Anda bisa menyaksikan ular dengan bebasnya berdiam diri di beberapa tempat di temple tersebut. Kadang kita tidak menyadarinya karena letaknya di pohon atau di atas pigura foto. Konon ceritanya, ular-ular ini berdatangan dengan sendirinya ke temple ini dan tidak mau pergi. Jika Anda cukup berani, Anda bisa berfoto dengan ular disini.

            Oh ya, ketika disini saya menemukan telpon umum untuk menghubungi teman saya. Namun berkali-kali saya telpon, saya tidak bisa tersambung ke nomornya. Katanya nomor tidak tersedia. Saya takut dia telah ganti nomor. Ya Tuhan, saya akan sedih sekali kalo saya sudah sampai sini tapi tidak bisa bertemu dengannya. FYI, Nisha adalah teman yang saya temui di International Youth Leadership Conference di Ceko musim panas lalu. Kami berada dalam kelompok yang sama ”El Manuel Group” selama konferensi. Tidak heran jika bounding kami sangat kuat. Sayang kami sekelompok tidak bisa bertemu lagi setelah konferensi selesai karena tempat tinggal kami saling berjauhan. Makanya, ketika saya berkesempatan untuk pergi ke Penang, saya benar-benar berharap bisa menemuinya. Terlebih, saya juga telah menyiapkan bingkisan untuknya.

Beaches

            Ok, lanjut ke pantai. Pantai pertama kami sebenarnya bukan pantai wisata. Kalau tidak salah ini bagian dari Pulau Betong, kampung nelayan gitu. Disini hanya melalui halaman belakang rumah warga saja sudah membentang pantai. Hehe, tp seru juga lah untuk refreshing. Kebetulan mau mampir ke saudaranya Michel tapi orangnya nggak ada di rumah.

            Nah ini nih yang seru. Selepas pulang ke rumah untuk berganti baju, kami berniat melihat sunset di pantai. Pasir Panjang kayakna namanya (kok kayak jalan di Singapore aja ya). Sumpah sunsetnya bagus banget. FYI, kalo Anda hendak berkunjung ke pantai ini melihat sunset, mungkin Anda bisa datang jam 7 kurang dan yang jelas Anda tidak akan menemukan kamar mandi disini. Jadi kalo Anda sudah terlanjur basah-basahan, Anda mau nggak mau harus pulang dalam keadaan basah. Haha. Oh ya, pasir disini gede-gede banget nggak tahu kenapa, mirip nasi goreng kalo di foto.

 

            Puas bermain di pantai, kami bergegas pulang untuk makan malam. Fuih, badan capek-capek rasanya. Cuma kumpul dengan orang-orang di ruang TV, saling pijat dan bersantai sangat membantu. Saya telah menemukan satu warnet yang buka di dekat penginapan saya. Jadi malam itu saya menyempatkan mampir mengirim pesan ke teman saya lewat fb. Semoga dia membacanya. Untung sekali teman saya di singapore sedang online, jadi saya memintanya mengirim pesan singkat ke nomor teman saya untuk memberitahu saya di Penang dan mengharap dia menelpon segera. Saya juga mengirim dia message in case nomornya memang tidak dipakai. Meskipun demikian, hingga saya terlelap tidur malam itu, saya tidak menerima kabar apapun darinya….

(to be continued)

Discussion

3 thoughts on “Malaysia Backpacking 2010: KL-Penang (part 2)

  1. great journey😀

    Posted by dilanovia | October 5, 2011, 1:39 pm
  2. pas banget aku mau keliling Singapura, Malaysia dan Thailand jully 2012, infonya sangat membantu

    Posted by Bahrul Ilmi Zulkifli | December 7, 2011, 12:05 am
  3. dan saya baru saja pulang dari malaysia pagi ini. hehe, sama-sama

    Posted by bela pertiwi | December 8, 2011, 6:22 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: