Other Scratches

Moslem Society in NUS (part 1)

Hari ini jujur, saya senang sekali karena setelah lima minggu saya tinggal di NUS, saya akhirnya menemukan komunitas muslim dan yang lebih membahagiakan, mushola.

Haha, sebenernya dudul juga saya baru menemukannya setelah lebih dari sebulan tinggal disini. Tapi ya begini lah. Saya memang bukan tipe orang yang suka bergabung dengan komunitas agamis seperti itu dan saya berpikir saya masih bisa beribadah dengan baik tanpa bergabung dengan mereka. Tapi ternyata, sebulan saya benar-benar merasa kangen dengan suasana agamis di Indonesia. Jadwal sholat saya kacau karena Singapore mempercepat waktu satu jam dari yang sebenarnya sama dengan Indonesia. Dan terkadang pergeseran hidup dari jam 10 pagi hingga lewat tengah malam benar-benar mengganggu saya. Belum lagi dengan jadwal kegiatan yang sama sekali tidak memperhatikan waktu Sholat. Oh God, what do I expect here?!

Akhirnya saya bertekad untuk menemukan komunitas moslem disini. Paling tidak, saya tahu lah tempat sholat di kampus. Untung sekali di acara welcome tea oleh South East Asian Studies Society, saya bertemu sesama Moslem. Mereka memberikan saya jadwal sholat di Singapore dan menunjukkan mushola di kampus ini.

Oh, God, suprising banget saya melihat mushola yang dimaksud. It’s not mushola anymore. Maksud saya, saya terbiasa tinggal di negara mayoritas muslim yang sangat mengakomodir kepentingan ibadah kami. Dan saat ini saya harus terima berada di negara minoritas moslem.

Mushola yang dimaksud letaknya dilantai paling atas, dan memang kata teman saya itu, mushola letaknya selalu di latai paling atas. Tidak ada tempat yang benar-benar khusus untuk sholat. Anda harus wudhu di toilet dan shalat di ujung tangga yang tidak terpakai.

Yah, saya tidak akan membahas lebih panjang tentang ini. Yang jelas saya syukuri, saya bisa tetap dekat dengan komunitas saya disini. Dan sepertinya memang akan ada banyak kegiatan menarik yang diadakan komunitas ini, jadi saya memberikan label part1 disini. Mari kita rasakan bagaimana hidup di negara yang mayoritas bukan muslim =)

Discussion

3 thoughts on “Moslem Society in NUS (part 1)

  1. bela….wudhunya juga harus hati2..jgn membasahi wastafel…hehe

    btw nus moslem society nya bagus kok bel, itu komunitas islam secara general, ga ada aliran2 apa (kayak dimanaaa gtu)..aku bahkan gabung sama milisnya sampai sekarang..😉

    Posted by wiwien | February 11, 2010, 2:14 am
  2. iya mbak.. di NTU juga.. cuma ada 2 mushola cewek.. 1 di north spine dan 1 di south spine.. yg di south, ada di lantai paling bawah.. yang north di lantai paling atas, di roof top, tapi deket sm ruang2 kuliah..
    di indo, mau sholat dimana pun kapan pun gampang.. hehe.. bener2 ngrasain jd minoritas disini..

    Posted by tata | February 12, 2010, 3:03 am
  3. @ mbak wiwin: haha, sip mbak, q nggak pernah cuci kaki di wastafel kok. hehe..sip deh, mbak, q juga next week gabung ke acara mereka trip to KL kok (padahal q baru aja balik dari sana hehe). Yah, q pingin aja kenal sesama komunitas disini, pengalaman baru juga =)

    @ tata: ha, iya pa? musholanya kayak apa ta?better nggak sama yg di pictureku?=)
    iya, gpp, kadang qt emang perlu ngerasain jadi minoritas itu gimana biar ntar qt nggak semena-mena kalo balik jadi mayoritas lagi=)

    Posted by belarusia | February 19, 2010, 1:59 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: