Other Scratches

Harbour Front – Science Park II Story

Ada kejadian lucu yang nyaris sejenis setiap kali saya pulang naik SBS 10/30 dari Harbour Front ke Science Park II.

Kejadian pertama adalah ketika saya pulang dari Little India sendirian. Saat itu adalah pertama kalinya saya pergi tanpa teman sejak saya sampai di negeri ini. Saat itu bis sangat penuh, namun saya akhirnya dapat tempat duduk bersama satu orang yang sepertinya pekerja orang Indonesia. Sebenarnya orang tersebut sudah melihat saya terus sejak dia naik dari pabrik di Pasir Panjang. Tapi jelas lah saya tidak menyapanya. Selain karena baru pertama sendiri, malam, orang tersebut juga secara penampilan sedikit mengerikan. Tatapannya justru membuat saya tidak nyaman. Tapi entah, mungkin karena euforia bertemu orang Indonesia atau apa, orang tersebut mencoba menarik perhatian saya atau dengan kata lain hendak mengatakan “halo, saya dari Indonesia juga lho”. Agak lucu memang, pertamanya dia menggumam sendiri dalam bahasa Indonesia. Tapi saya biarkan. Lama-lama dia mulai menyanyi lagu-lagu band pop Indonesia yang Anda tahu lah seperti apa. Saya biarkan juga sampai dia pergi.

Peristiwa kedua lebih parah. Tadi ketika saya pulang dari interview menyedihkan di Anderson Junior College, saya sengaja lewat halte Harbour Front supaya lebih gampang. Begitu saya sampai disana, ada orang, yang lagi-lagi seperti dari Indonesia, langsung melihat saya. Kali ini dia bukan pekerja sepertinya, malah lebih seperti preman, atau user. Entahlah. Saya tidak terlalu memperhatikan apakah dia mengamati saya atau gimana, yang jelas ketika saya naik bis 30 dia juga ikut naik. Duduk beberapa bangku dari saya. Berbeda dengan yang lalu yang lebih sopan, orang ini langsung dengan keras berteriak “Assalamualaikum”. Berhubung 5 orang di bis ini Chinese, saya langsung tahu itu ditujukan kepada saya. Saya hanya menjawab dalam hati karena tahu ini taktik klasik orang iseng untuk mengganggu cewek. Jujur saya mulai takut ketika orang tersebut mulai mengomel sendiri karena saya mengacuhkannya. Sepertinya dia agak kasar dan bermasalah. Saya pikir dia hendak pindah kesamping saya ketika bis semakin kosong. ternyata dia hanya menyanyi keras-keras yang intinya “hai nona manis di seberang sana siapakah namamu, begitu melihatmu..blablabla..” dilanjutkan dengan lagu-lagu Indonesia macam Dhani Dewa terus lagu gombalnya siapa lagi saya lupa..haduh, saya nggak cuma takut, tapi juga malu. Kalo orang-orang Chinese disini paling tidak paham bahasa Malay, mereka pasti akan tahu apa yang dia nyanyikan itu. Annoying banget, saya tidak mengira di Singapura pun ada orang Indonesia seperti ini..Haduh duh..

Well anyway, paling tidak dari sini saya tahu bahwa orang Indonesia yang pindah kesini sangat diversed. Selain banyak Chinese Jakarta yang belajar di Universitas lokal, banyak pula pekerja kasar yang juga mencari peruntungan di negara kecil ini.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: