Other Scratches

What it feels to be different?

Saya adalah orang Jawa yang beragama Islam. Jadi dapat dikatakan selama hidup saya di Indonesia saya selalu menjadi mayoritas dan tidak pernah merasakan diskriminasi etnis atopun agama. Dan saya pikir memang kata diskriminasi itu juga jauh dari kehidupan saya. Karena selain lingkungan saya sangat demokratis, saya sendiri tidak senang dengan hal-hal berbau diskriminasi. Saya orangnya sangat terbuka terhadap perbedaan. Tapi ternyata, disini saya mengalami hal lain.

Well, its not a discrimination but I just felt that I was such discriminated somehow..or at the presice word, feeling different.

Hari ini saya agak iritating dengan kantin di residence tempat saya tinggal. Saya terburu-buru berangkat kuliah Gender karena agak sakit. Berhubung baru sarapan sereal dan ingin mengembalikan stamina, saya sempet-sempetin makan siang di kantin. Sumpah, sekepepet-pepetnya saya, saya berniat untuk tidak akan membeli makan di penjual Malay. Bukan apa-apa, tapi saya bosen banget, tiap hari kesana dengan pesanan kalo nggak nasi lemak ya nasi campur. Bener-bener nggak enak banget sama masnya. Tapi ya gimana lagi, makanan ditempat lain nggak terjamin. Siang ini saya akhirnya nekat untuk dateng ke penjual Chinese. Saya sudah di antrian pertama dan menyatakan pesanan saya, ketika penjualnya diam melongo bingung dan langsung beralih ke pembeli di belakang saya. Saya tidak kaget. Dengan agak kesal saya beralih ke penjual lain untuk memesan fish fillet. Sebenarnya kasus ini bukan pertama. Setiap kali saya mendatangani penjual chinese, mereka selalu bilang “you cant eat here, probably u can buy your food in that moslim stall”.

Well, sebenernya saya amat sangat senang mereka dengan kindly memberitahu kita bahwa makanan mereka mengandung pork, either itu dagingnya ataupun minyaknya. Ini hal yang tidak akan Anda temukan atau jarang Anda temukan ketika Anda di Indonesia dimana penjual tidak mau mengaku mereka menjual pork, terlebih untuk memberitahu pembelinya. Tapi nggak tau ya, it is just the problem of my self that I feel discriminated somehow atau lebih tepatnya feeling different. Agak geli juga sekarang pertanyaan mbak Dike di kuliah PSP beberapa tahun lalu terjawab “Do you ever feel diferent? What it feels to be different?” Haha, dan jawabannya, tidak nyaman, sangat tidak nyaman.

Well, tapi dari sini saya juga mengerti kalo feeling of discriminated sometimes doesnt come because other discriminate you but it sometimes merely because you feel different and you are not comfortable or confident with that. Being different is actually not a bad thing. You just only need to keep what you believe in.

*) this is only midnite scratches

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: