Contemporary Issues

EU Talks: Does EU needs a New Asia Strategy?

Hal kedua yang menarik di hari kedua kuliahku adalah diskusi UE dengan judul diatas. Dilaksanakan di Conference Room, Asia-Europe Foundation 31  Heng Mui Keng Terrace, diskusi ini dipandu oleh pembicara Mr. Alain Ruche, Deputy Head of Unit, DG External Relations, European Commision didampingi pimpinan EU Centre di Singapore, Dr. Yeo Lay Hwee.

Hubungan Uni Eropa dan Asia selama ini masih berjalan diatas kerangka “Europe and Asia: A strategic Framework for Enhanced Partnership” yang dikeluarkan tahun 2001. Padahal setelah itu, kita menyaksikan peristiwa 11 September yang sangat mempengaruhi hubungan internasional terutama antara barat dan timur. Belum lagi baru-baru ini disetujui Traktat Lisbon yang sudah tentu merubah secara signifikan UE secara internal dan externalnya dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, muncul pertanyaan, dengan kondisi seperti ini apakah EU masih akan bertahan dengan strategi lamanya atau membuat sebuah strategi baru dalam hubungannya dengan Asia.

Hubungan UE dengan Asia merupakan salah satu hubungan yang penting bagi kedua pihak. Bagi UE, Asia merupakan hal penting karena beberapa hal yang salah satunya berkaitan dengan non traditional security di kawasan tersebut. Asia memiliki banyak penduduk miskin dan permasalahan sosial politik lainnya yang tentu saja mempengaruhi UE. Oleh karen itu, tidak heran juga UE telah melakukan banyak hal di Asia. Meskipun demikian, pertumbuhan India, dan terutama China, merupakan sesuatu yang diluar prediksi UE. Perkembangan-perkembangan ini, juga perkembangan yang terjadi di bagian Asia lainnya seperti black swan di Indonesia, tentu memubutuhkan perubahan pendekatan hubungan juga. Dan ketika pendekatan ini berubah, UE lebih cenderung untuk merangkul Asia sebagai partner, bukan sebagai objek kebijakannya. Mr Ruche menggambarkannya secara tepat dengan peta jalur subway di Prancis, bahwa dunia semakin kompleks dan terkoneksi, akan muncul kekuatan-kekuatan baru yang seharusnya tidak dilihat sebagai masalah namun sebagai alat untuk memecahkan masalah.

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: