Special Events

Visit Little India (Part 2) : Pongal Festival

Pernah nggak sih punya pengalaman bener-bener terjun sendirian di tengah masyarakat yang nggak kalian kenal bahkan kalian takuti dan benar-benar merasakan sosial budaya mereka? Sumpah, itu bakal jadi pengalaman hebat yang nggak terlupakan dalam hidup kalian.

 

Sedikit lebay memang. Tapi jujur pengalaman pergi sendirian ke Pungol Festival di Little ini adalah pengalaman seru pertama saya sejak tiba di Singapore.


 

Cerita punya cerita, saya adalah tipe orang yang senang menjelajah budaya asing dan saya adalah tipe orang keras kepala yang kalau tidak dituruti kemauannya akan melakukannya sendirian. Jadi ketika teman-teman saya berbeda orientasi dan tidak sepakat untuk pergi ke little India, saya nekat pergi kesana minggu malam kemaren. Jujur saya deg-degan juga ketika teman saya mengingatkan bahwa setiap akhir minggu little India akan penuh dengan orang-orang India yang sebagian besar adalah pekerja yang duduk-duduk tidak jelas di pinggir jalan setelah seminggu penuh membanting tulang. Saya bukan orang yang senang menstereotip, tapi membayangkan hal tersebut dan mengingat apa yang terjadi seminggu sebelumnya disana, saya jadi begidik. Namun, hal ini justru membuat saya lebih tertantang. Bukankah bagus bisa mengunjungi tempat ketika orang-orangnya berada disana???

                                                       

Akhirnya jadilah saya sendirian naik bis dilanjutkan MRT ke little India. Apa ang terjadi? Belum sampai harbour Front, saya berasa pingin balik arah tapi juga semakin pingin kesana. Buanyak sekali para pekerja-pekerja India yang menunggu bis di halte, membludaki bis, dan mengantri top up ezlink di MRT. Mungkin karena stereotip orang-orang juga yang membuat saya sedikit kurang nyaman. Terlebih sebagian besar dari mereka adalah pria. Tapi semakin lama saya semakin tertarik. Di MRT, nyaris semua penumpang adalah pekerja India yang hendak pulang ke Little India. Benar-benar terasa sekali kondisi sosial kelompok etnis tersebut. Terlebih ketika saya sampai di Little India. Astaga, antrian ATM puanjang sekaliiii dengan orang India. Jalan-jalan sesak karena para lelaki ini duduk-duduk dan ngobrol di sepanjang jalan. Bahkan di mal setempat membludak orang-orang yang makan. Excited sekali melihat kehidupan mereka disini. Maksudnya, di tengah dua kelompok etnis yang selalu bermasalah untuk menempati urutan pertama, melayu dan Chinese, ada kelompok lain yang hidup di tengah-tengah mereka dan tidak meributkan apapun kecuali menjalankan hidup mereka di wilayah kecil di negara ini. Mereka benar-benar berbeda. Hidup dengan cara mereka yang berbeda dengan orang singapore lainnya. Di kawasan ini Anda akan melihat orang memenuhi jalan dan menyebrang tidak ditempatnya dan lain sebagainya. Titik ini membuat saya pingin mengambil modul south asia in singapore=) 

                                                                     

Anyway, kembali ke topik kita. Begitu sampai ke little India, saya langsung menuju Campbell Lane. Tidak sulit. Anda hanya harus mengikuti kemana kebanyakan orang ini pergi dan dimana ada keramaian penuh lampu. Benar saja, begitu memasuki kawasan Campbell Lane, saya langsung bisa melihat gemerlap lampu menyambut festival pungol. Ledakan orang-orang, bazaar took-toko India di sepanjang jalan dan panggung kecil yang penuh penonton. The weird thing adalah saya anya satu dari sekelumit orang non India di festival tersebut.

                                                              

        

Bagi Anda yang belum tau, Pungol festival adalah perayaan panen masyarakat India. Berasal dari India selatan yang mayoritas penduduknya bertani, festival ini merepresentasikan tradisi untuk selalu mensyukuri hal-hal baik yang diberikan pada kita. Hari pertama panen ini disebut Bhogi dimana semua orang akan membuang semua baju dan peralatan yang sudah tidak berguna dan membersihkan rumah-rumah mereka. Hal ini dilakukan untuk memulai sesuatu yang baru satu tahun kedepan. Saat ini perayaan ini menjadi festival tahunan di Singapore yang selalu ramai dikunjungi orang. Perayaan Pungol tahun ini juga dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja Singapura. Secara keseluruhan acara sederhana ini sangat menarik untuk saya karena bisa benar-benar merasakan kehidupan sosial budaya masyarakat India di Singapura. Saya juga sempat membeli baju India lho..haha, mumpung diskon juga. Meskipun singkat, keluar dari kawasan ini saya merasa baru saja keluar dari suatu pengalaman yang mengesankan.

                                                                      

Discussion

2 thoughts on “Visit Little India (Part 2) : Pongal Festival

  1. eh, kok ada part 2? emang part 1 nya mana bel

    Posted by Timur | January 12, 2010, 2:24 am
  2. hehe, iya, sebenernya ada beberapa yg masih d draft belom q post malah..haha, nggak lucu banget ya..btw, i sent u message on fb, check it

    Posted by belarusia | January 12, 2010, 2:27 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: