Special Events

Lokakarya Mandiri Goes To Campus dan Kolomongso

Sebenarnya saya tidak suka menyebut merk suatu produk komersiil dalam blog saya, dan memang saya tidak pernah mengikuti acara seperti itu. Keikutsertaan saya dalam acara yang digelar di Ruang Seminar TBY ini benar-benar sesuatu yang tidak direncanakan.

Cerita punya cerita hari ini saya ada jadwal latihan tari jawa di TBY. Tiba-tiba saja begitu sampai sana guru tari saya menarik saya ke ruang seminar untuk ikut dalam lokakarya yang saya sebutkan diatas.  Hmmpfh, sudah saya duga mesti bu ning ada acara mendadak (iya kan bu?hehe). Akhirnya saya mau nggak mau ikut acara itu. Padahal kalo mau tau, saya itu kaosan dan sandalan..bener2 penampilan mahasiswa latihan gitu lah. tapi berhubung yang ngajakin juga yang “punya rumah”, ya sudah pede aja.

Selalu ada sesuatu yang bisa dipetik. Itulah yang saya percaya. Meskipun saya tidak suka hadir dalam acara promo suatu produk dan saya sama sekali tidak mengerti mengenai arsitektur dan kerajinan bambu, saya mendapatkan ilmu juga disini.

Dengan mengusung tema awi-awi mandiri yang merupakan program CSR Mandiri untuk meningkatkan ukm di bidang ukm bambu, dua pembicara, yaitu Pak Yos dan Pak Eko Prawoto (dosen arsitek UGM), membicarakan tentang metode penebangan bambu dan lain sebagainya. Saya amat tertarik ketika mereka berbicara tentang kolomongso.

Kolomongso

Sangat sedikit orang yang saat ini masih ingat dengan istilah kolomongso ini. Istilah yang dahulu sering kita temukan dalam kalender ini merupakan sebuah kebiasaan yang mendarah daging dalam masyarakat kita untuk melakukan sesuatu sesuai dengan waktunya. Seperti misalnya kapan kita harus menanam padi, kapan kita harus menebang bambu, kapan kita bisa menggali sumur dan lain sebagainya. Meskipun terkesan tradisional, kolomongso ini bukan tanpa penelitian. Nenek moyang kita melalui pengamatan yang lama akhirnya bisa menetapkan sistem ini yang ternyata terbukti benar ini. Misalnya saja mereka harus menunggu musim A ketika hendak menebang bambu agar bisa mendapatkan bambu dengan kualitas terbaik. Mereka juga harus menghindari musim B ketika menggali sumur agar sumur tidak lekas kering. Begitu juga dengan mbah marijan. Banyak yang menganggap mbah marijan hanya sekadar omong berdasar ramalannya. padahal dia memang bisa memprediksikan sesuatu dan merekomendasikan sesuatu yang lain karena dia sudah sangat dekat dengan alam, sudah terbiasa mengamati apa yang disebut kolomongso itu.

Sayang sekali sistem yang ampuh ini terhapus total sejak jaman orde baru yang mengejar keuntungan maksimal dari eksploitasi alam. Mereka tidak lagi memakai sistem ini karena dirasa tidak efektif untuk menghasilkan menghasilkan suatu produk. Mereka inginnya menebang pohon kapanpun pohon itu dibutuhkan oleh pasar. Bahkan ketika terjadi wabah pes, pemerintah kemudian melarang keras penggunaan dinding bambu (gedeg) dan bukannya mencari solusi lain untuk meminimalisir tikus. Toh juga, dinding bambu ini bisa dibuat kebal dari hama jika memang dibuat sesuai metode yang benar. Dalam cerita yang disampaikan pembicara, ada sebuah pipa air buatan jaman syailendra yang masih bisa ditemukan utuh  pada abad kedua puluh ini.

Benar-benar penghapusan yang disayangkan. Bahkan sampai istilah ini benar-benar hilang di ingatan banyak orang.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya bangsa kita memiliki banyak budaya dan kekayaan intelektual yang tanpa sadar terhapus karena penjajahan selama berabad-abad tersebut. Tugas kita saat ini adalah melestarikan kembali kearifan lokal tersebut sehingga kita tidak hanya bisa marah-marah ketika budaya kita diklaim negara lain. Sometimes what u tought ‘old’ and out of date is something uptodate =)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: