Contemporary Issues

Taliban dan Konflik di Pakistan

Akhir-akhir ini kita selalu disuguhi kabar konflik antara militer dan Taliban di Pakistan yang tak kunjung usai. Penyerangan militer terhadap basis kekuatan Taliban di Waziristan Selatan telah membuat wilayah tersebut porak-poranda dan ratusan warga sipil terusir dari tempat tinggal mereka di kawasan tersebut. Usaha Taliban untuk mengalihkan perhatian dari upaya serangan ini dengan melancarkan bom bunuh diri di berbagai kota terutama di Islamad telah menewaskan puluhan warga dan mencederai ratusan lainnya. Kritisnya kondisi di Pakistan menimbulkan pertanyaan penting sebenarnya apa yang tengah terjadi di negara pecahan India tersebut. Pertanyaan ini akan bisa kita jawab jika kita mengerti siapa itu Taliban yang menjadi sasaran utama serangan militer Pakistan baru-baru ini.

 

Taliban

 

            Kemunculan Taliban tidak bisa kita lepaskan dari sejarah panjang Afganistan. Berawal dari pendudukan Uni Soviet terhadap negara kaya minyak ini, kelompok-kelompok sosial yang sebelumya terpisahkan oleh kondisi alam Afganistan yang keras bersatu padu dibawah bendera mujahidin untuk menentang pendudukan Soviet terhadap negaranya. Telah banyak diketahui Amerika Serikat dibawah bendera CIA sangat mendukung perlawanan ini. Ketika akhirnya Afganistan terbebas dari Soviet, Amerika Serikat justru angkat tangan sehingga terjadi kekosongan kekuasaan yang membuat terjadi perebutan kekuasaan antara kelompok mujahidin tersebut terutama antara mayoritas etnis Pashtun dengan etnis non Pashtun yang menempati sebagian kecil sisi timur laut Afganistan. Belum lagi campur tangan negara-negara asing yang memiliki kepentigan di negara tersebut. Kondisi chaos ini akhirnya menimbulkan keprihatinan di kalangan pelajar Afganistan yang tinggal di barak pengungsian di Pakistan. Mereka kemudian membentuk kelompok untuk mengupayakan perdamaian di Afganistan, membentuk rule of law dan menegakkan sariah Islam. Kelompok ini lah yang kemudian dikenal dengan Taliban (arab: pelajar). Pada awalnya kelompok ini mendapat simpati dari warga setempat karena tujuannya yang mulia. Tidak heran jika dalam perlawanannya terhadap kaum mujahidin tersebut Taliban berhasil menuai kemenangan dan menduduki ibu kota. Sayangnya, kemunculan Oshama Bin Laden diantara mereka dan campur tangan kepentingan Arab Saudi dan Pakistan dibelakangnya membuat kelompok ini mengalami pergesaran ke arah yang lebih radikal. Taliban menjadi kelompok yang berniat menguasai Afganistan dibawah suatu pemerintahan garis keras. Dengan menduduki seluruh wilayah Afganistan kecuali Aliansi utara yang didominasi etnis non-Pashtun, Taliban menerapkan kebijakan radikal seperti larangan adanya video, televisi dan musik serta mewajibkan kaum wanita untuk tinggal di rumah dan memakai gurkha. Rezim Taliban berjalan baik hingga akhirnya terjadi serangan bom oleh teroris di Kedubes AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998. Diduga kuat dilakukan oleh kelompok ekstremis Islam pimpinan Oshama Bin Laden, AS melakukan serangan balasan ke wilayah Afganistan yang merupakan tempat tinggal Oshama saat itu. Radikalisme Taliban, kehancuran Afganistan dan perlindungan yang diberikan kepada Oshama, membuat AS membenci Taliban. Bahkan di tahun yang sama Amerika Serikat membombardir Desa Khost di selatan Kabul yang diduga menjadi kamp latihan para teroris. Sejak saat itulah terjadi permusuhan antara Taliban dan Amerika Serikat.

 

Taliban dan Konflik di Pakistan

 wazir2

Akibat pertempuran AS dan Taliban, banyak warga Afganistan keluar dari negaranya dan mencari suaka di negara-negara tetangga termasuk Pakistan. Bahkan Taliban sendiri memilih Pakistan sebagai negara tempat persembunyiannya. Perlu diketahui Pakistan merupakan satu dari tiga negara di dunia yang mengakui kedaulatan Taliban selain India dan Saudi Arabia. Negara ini secara aktif membantu Taliban dikarenakan kepentingannya untuk mendapatkan dukungan dalam perebutan wilayah Khasmir dengan India. Warga Pakistan sendiri cukup menyambut baik kelompok Afganistan ini dikarenakan solidaritas etnis dan kemunculan Taliban sendiri yang memang berakar di Pakistan. Kondisi ini pada akhirnya merugikan Pakistan dalam beberapa hal. Pertama, tekanan Amerika Serikat sebagai sekutu dekat Pakistan untuk menghentikan dukungan terhadap Taliban. Kedua, perluasan wilayah perang dari yang semula di Afganistan sekarang mencakup juga Pakistan. Akibatnya banyak warga sipil yang tidak berdosa meninggal dan infrastuktur-infrastruktur yang ada rusak. Perekonomian Pakistan yang sudah rapuh pun menjadi lumpuh dan terorisme berwujudkan bom bunuh diri menjadi marak di Pakistan. Ketiga, serangan Amerika Serikat ke Pakistan dan ke Taliban menimbulkan sentimen anti-Amerika yag kuat di kalangan warga Pakistan sendiri terutama yang beragama dan beretnis sama sehingga Perang tidak lagi hanya mengalami perluasan tempat tetapi juga perluasan aktor. Warga Pakistan yang semula tidak terlibat menjadi aktif dalam konflik ini. Keempat, persembunyian Taliban di wilayah periperi Pakistan seperti Waziristan memperjelas masalah domestik Pakistan sendiri yang sebenarnya belum memiliki wilayah perbatasan yang jelas dan aman. Keseluruhan dampak ini lah yang tengah kita saksikan di Pakistan saat ini.

 

Referensi

Tim HotCopy (Red). Oshama Bin Laden: Teroris atau Mujahidin? 2001. Jakarta: Gramedia.

Rashid, Ahmed. The Taliban: Exporting Extremism. Foreign Affairs, Vol. 78, No. 6 (Nov. – Dec., 1999), pp. 22-35. Council on Foreign Relations. Http://www.jstor.org/stable/20049530, diakses pada 24/10/2009 01:07

Profil Taliban. Republika Online 1 April 2009. Diakses pada 24 Oktober 2009, 12:11 pm

Discussion

2 thoughts on “Taliban dan Konflik di Pakistan

  1. thx, infony membantu

    Posted by eric | December 20, 2009, 3:18 pm
  2. sama-sama mas =)

    Posted by belarusia | December 21, 2009, 8:38 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

%d bloggers like this: