<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>totally bela</title>
	<atom:link href="http://totallybela.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://totallybela.wordpress.com</link>
	<description>&#34;I read, and thus I can write&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 07:41:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='totallybela.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/798a737f4ab6e7389e9677e182b82056?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>totally bela</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://totallybela.wordpress.com/osd.xml" title="totally bela" />
	<atom:link rel='hub' href='http://totallybela.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kamboja: Antara Citra dan Kenyataan</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/25/kamboja-antara-citra-dan-kenyataan/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/25/kamboja-antara-citra-dan-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 07:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Contemporary Issues]]></category>
		<category><![CDATA[Latest]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[anggota tidak tetap dewan keamanan PBB]]></category>
		<category><![CDATA[boeung kak]]></category>
		<category><![CDATA[borei keila]]></category>
		<category><![CDATA[citra]]></category>
		<category><![CDATA[dey krahorm]]></category>
		<category><![CDATA[hakim penyelidik]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[laurent kasper-ansermet]]></category>
		<category><![CDATA[persidangan khmer merah]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi paksa]]></category>
		<category><![CDATA[siegfried blunt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2012 ini, Kamboja menjabat sebagai ketua tahunan ASEAN. Jika ditinjau dari segi substansi, posisi ini sebenarnya kurang berperan bagi perkembangan ASEAN mengingat masa jabatannya yang harus berganti setiap satu tahun sekali. Meskipun demikian, bagi negara yang sedang menjabat, menjadi ketua ASEAN adalah kesempatan yang berharga sekali untuk meningkatkan citra dan perannya di kancah internasional &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2012/01/25/kamboja-antara-citra-dan-kenyataan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=418&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-419" title="26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n" src="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n3.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Tahun 2012 ini, Kamboja menjabat sebagai ketua tahunan ASEAN. Jika ditinjau dari segi substansi, posisi ini sebenarnya kurang berperan bagi perkembangan ASEAN mengingat masa jabatannya yang harus berganti setiap satu tahun sekali. Meskipun demikian, bagi negara yang sedang menjabat, menjadi ketua ASEAN adalah kesempatan yang berharga sekali untuk meningkatkan citra dan perannya di kancah internasional dan kemudian mengambil keuntungan dari kerjasama internasional tersebut untuk kepentingan dalam negerinya. Vietnam dan Indonesia telah membuktikannya dua tahun terakhir dimana keketuannya di ASEAN mampu mendorong perekonomian dalam negeri di Vietnam serta meningkatkan citra kepemimpinan <em>(leadership)</em> bagi Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun ini pun Kamboja hendak memanfaatkan kesempatan yang ada semaksimal mungkin selama menjadi ketua ASEAN. Selama ini sedikit sekali negara bahkan di Asia Tenggara sendiri yang mengenal Kamboja. Negara ini selain terletak <em>landlock</em> di daratan Asia Tenggara bersama dengan negara tertinggal lainnya, memang sangat jarang terdengar beritanya karena kondisi domestik yang masih dalam tahap membangun setelah bertahun-tahun diterpa perang saudara, invasi negara tetangga dan pemerintahan yang autokratik. Saat inipun Kamboja masih tergolong negara miskin, bahkan lebih miskin daripada Mongolia dan El Salvador dengan tingkat korupsi yang tinggi dan tingkat kebebasan politik yang sangat rendah. Tidak heran jika Kamboja sangat menyambut baik penyerahan kepemimpinan ASEAN dari Indonesia akhir tahun lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu agenda yang akan ditangani Kamboja selama menjabat tentulah konflik perbatasannya dengan Thailand. Meskipun tidak membawa isu ini pada pertemuan para menteri minggu lalu, Kamboja mencoba menunjukkan niat baiknya menyelesaikan konflik dengan meminta Indonesia sebagai pihak yang netral untuk mengawasi perbatasan kedua negara. Kamboja juga bergerak lebih jauh lagi diluar ASEAN yang ditandai dengan pengajuannya sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB. Kamboja merasa selama ini telah menjadi anggota PBB yang baik yang terbukti dengan penanganan konflik di Kamboja dalam kerangka yang ditentukan PBB.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, usaha pencitraan di kancah internasional ini tidak dibarengi dengan perbaikan kondisi dalam negeri. Sangat ironis ketika pemerintah Kamboja berjuang keras untuk memenangkan kasus perbatasan dengan Thailand atas nama warga Khmer, ternyata di dalam negeri banyak sekali kasus relokasi warga secara paksa demi pembangunan proyek dengan pihak swasta. Selain kasus baru-baru ini di Borei Keila yang memindah paksa ribuan warga karena akan dibangun proyek oleh Phan Imex, protes warga terkait kasus pemindahan paksa terjadi juga di Boeung Kak dan Dey Krahorm. Terkait dengan upaya Kamboja menjadi anggota tidak tetap DK PBB, juga ironis melihat bagaimana pelanggaran hak asasi manusia masih banyak terjadi di Kamboja. Banyak kasus pembantaian massa pada periode Khmer Merah 1975-1979 yang masih belum tersidangkan secara total. Bahkan ketika Kamboja mengaku dirinya sebagai anggota PBB yang baik, Kamboja baru-baru ini menolak penunjukan Laurent Kasper-Ansermet untuk menggantikan Siegfried Blunt sebagai hakim penyelidikan kejahatan perang periode Khmer Merah. Siegfried Blunt mengundurkan diri tahun lalu karena intervensi pemerintah dalam penyelidikan kriminal yang dilakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan ironi antara pencitraan yang hendak dibangunnya di luar negeri dan kenyataanya di dalam negeri ini lah banyak pihak yang meragukan keberhasilan Kamboja baik di ASEAN maupun dalam pencalonannya di DK PBB. Beberapa bahkan menyatakan Kamboja mungkin berhasil menjadi anggota tidak tetap DK tetapi itu hanya karena semua orang kasihan. Seharusnya kesempatan lebih dapat dimanfaatkan Kamboja tidak hanya untuk pencitraannya saja tetapi juga untuk perbaikan dan demokratisasi di dalam negerinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=418&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/25/kamboja-antara-citra-dan-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n5.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n5.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">26464_383764928508_544243508_3991450_1387661_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Book Review: Ranah 3 Warna</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/20/book-review-ranah-3-warna/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/20/book-review-ranah-3-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 08:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book Review]]></category>
		<category><![CDATA[A Fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[Alif Fikri]]></category>
		<category><![CDATA[hi unpad]]></category>
		<category><![CDATA[kanada]]></category>
		<category><![CDATA[man jadda wajada]]></category>
		<category><![CDATA[man sabara zhafira]]></category>
		<category><![CDATA[pondok madani]]></category>
		<category><![CDATA[raisa]]></category>
		<category><![CDATA[ranah 3 warna]]></category>
		<category><![CDATA[randai]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku                : Ranah 3 Warna Pengarang                : A. Fuadi Penerbit                    : Pt Gramedia Pustaka Tahun Terbit            : 2010 Masih terkena pengaruh pesona buku Negeri 5 Menara yang saya baca minggu lalu di rumah, saya lantas bergegas ke toko buku Gramedia untuk membeli buku lanjutan dari trilogi tersebut. Saya yang sudah bertahun-tahun tidak membeli buku &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2012/01/20/book-review-ranah-3-warna/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=412&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/ranah-tiga-warna1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-413" title="ranah-tiga-warna1" src="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/ranah-tiga-warna1.jpg?w=101&#038;h=150" alt="" width="101" height="150" /></a>Judul Buku                : Ranah 3 Warna</p>
<p style="text-align:justify;">Pengarang                : A. Fuadi</p>
<p style="text-align:justify;">Penerbit                    : Pt Gramedia Pustaka</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun Terbit            : 2010</p>
<p style="text-align:justify;">Masih terkena pengaruh pesona buku Negeri 5 Menara yang saya baca minggu lalu di rumah, saya lantas bergegas ke toko buku Gramedia untuk membeli buku lanjutan dari trilogi tersebut. Saya yang sudah bertahun-tahun tidak membeli buku bacaan, akhirnya mengantongi satu buku yang bahkan terbitnya pun sudah tahun lalu. Hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ranah 3 Warna merupakan kelanjutan kisah seorang Alif Fikri, anak kurang mampu dari Kampung Bayur Danau Maninjau Sumatera Utara yang baru saja lulus dari Pondok Madani Jawa Timur. Menimba ilmu di sekolah yang tidak memberikannya mata pelajaran seperti layaknya sekolah umum dan bahkan tidak memberikannya ijazah untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, Alif harus berjuang mati-matian untuk bisa mengikuti ujian persamaan SMA dan tentu saja ujian UMPTN yang hanya tinggal beberapa bulan lagi. Banyak sekali orang yang pesimis dengan ambisinya ini, namun Alif tetap percaya Man Jadda Wajada- siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dan benar saja, meskipun nilainya rata-rata dan meskipun dia harus membanting setir dari cita-citanya masuk jurusan IPA ke jurusan IPS, Alif akhirnya bisa lulus ujian persamaan SMA dan diterima di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjajaran. Namun tetap, ini bukanlah akhir dari semua perjuangan Alif. Justru kehidupan Alif semasa kuliah ini lah yang menjadi inti dari buku Ranah 3 Warna ini. Semasa kuliah di Unpad ini Alif didera banyak sekali cobaan termasuk kematian ayahanda yang sangat dia sayang yang membuatnya harus mencari uang sendiri untuk bisa bertahan hidup di Bandung. Menumpang kamar dan juga menumpang komputer Randai temannya justru menimbulkan konflik antara dua sahabat yang dekat sejak kecil ini. Alif pun terpaksa pindah kos dan berjuang sendirian untuk hidup. Cobaan berat selama kuliah yang bahkan sampai membuatnya terkena tipes  hampir satu bulan karena bekerja serabutan ini itu dan makan sebatas bubur cair membuatnya tersadar bahwa mantra ‘man jadda wajada’ yang selama ini dipercayanya tidak cukup ampuh untuk membuatnya bisa hidup. Ternyata antara man jadda wajada dan cita-citanya itu ada jarak yang mungkin hanya sejengkal tapi mungkin juga berkilo-kilo. Satu mantra yang bisa menutup jarak ini adalah mantra man sabara zhafira- siapa bersabar akan beruntung. Dan benar saja, keringat Alif di awal-awal kuliahnya berbuah manis. Tidak hanya dia akhirnya dipercaya menjadi kontributor tulisan di koran seperti yang dia cita-citakannya tetapi dia juga ternyata berhasil menggapai mimpinya bersama sahibul menara dulu ketika di Pondok Madani, yaitu pergi ke Amerika. Tidak dinyana, sepatu buluk hitam satu-satunya peninggalan ayahnya ini telah mengantarnya ke tiga ranah yang berbeda selama kuliahnya, yaitu Bandung di negaranya sendiri, Yordania dan Kanada. Selama perjalanan ini banyak hal menyenangkan termasuk kisahnya bersama seorang gadis bernama Raisa. Akankah Alif dapat menggapai hati Raisa pujaannya? Silakan baca sendiri di bukunya. Hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca buku kedua ini saya melihatnya kurang semenarik buku pertama. Mungkin lebih karena bagi saya cerita kehidupan di pondok itu benar-benar sesuatu yang sangat baru sehingga saya sangat tertarik membacanya sementara kehidupan kuliah seperti exchange merupakan hal yang tidak jauh beda yang baru saja saya dan teman-teman saya rasakan. Absennya sahibul menara yang menjadi tokoh utama buku pertama juga cukup mengecewakan saya. Dan terlepas dari penilaian saya terhadap buku tersebut, saya agak gimana juga sekarang dengan tokoh Alif yang awalnya terlihat baik tapi di buku kedua tumbuh menjadi anak yang sangat ambisius dan terkesan kompetitif bahkan dengan sahabatnya sendiri. But afterall, this book is worth reading=)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=412&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/20/book-review-ranah-3-warna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/ranah-tiga-warna11.jpg?w=101" />
		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/ranah-tiga-warna11.jpg?w=101" medium="image">
			<media:title type="html">ranah-tiga-warna1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/ranah-tiga-warna1.jpg?w=101" medium="image">
			<media:title type="html">ranah-tiga-warna1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keketuaan ASEAN dan Pertaruhan Komunitas ASEAN 2015</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/19/keketuaan-asean-dan-pertaruhan-komunitas-asean-2015/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/19/keketuaan-asean-dan-pertaruhan-komunitas-asean-2015/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 06:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Contemporary Issues]]></category>
		<category><![CDATA[Latest]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas ASEAN 2015]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Brunei Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[Laos]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan politik]]></category>
		<category><![CDATA[GDP]]></category>
		<category><![CDATA[konflik perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[konflik laut china selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Deadline terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 sudah semakin dekat. Peran Ketua ASEAN mulai tahun ini hingga tahun 2015 nanti akan sangat menentukan tercapainya impian yang digagas tahun 2003 silam. Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun lalu telah cukup berhasil memberikan fondasi yang kuat untuk mendekatkan ASEAN pada tujuan tersebut. Berbagai pencapaian penting seperti penanganan konflik perbatasan Thailand-Kamboja, &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2012/01/19/keketuaan-asean-dan-pertaruhan-komunitas-asean-2015/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=401&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/asean1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-406" title="ASEAN" src="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/asean1.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Deadline terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 sudah semakin dekat. Peran Ketua ASEAN mulai tahun ini hingga tahun 2015 nanti akan sangat menentukan tercapainya impian yang digagas tahun 2003 silam. Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun lalu telah cukup berhasil memberikan fondasi yang kuat untuk mendekatkan ASEAN pada tujuan tersebut. Berbagai pencapaian penting seperti penanganan konflik perbatasan Thailand-Kamboja, kemajuan konflik Laut China Selatan, demokrasi di Myanmar dan citra ASEAN di kancah internasional telah semakin menguatkan ASEAN sebagai aktor tunggal yang mampu mengintegrasikan diri sebagai komunitas regional tersukses kedua setelah Uni Eropa. Meskipun demikian, keketuan ASEAN mulai tahun 2012 ini akan dipegang oleh negara-negara anggota yang biasa disebut lapis dua dalam ASEAN (terkecuali Brunei Darussalam). Berturut-turut keketuaan ASEAN akan dipegang oleh Kamboja (2012), Brunei Darussalam (2013), Myanmar (2014), dan Laos (2015). Di tangan negara-negara ini lah nasib komunitas ASEAN 2015 berada. Pertanyaannya kemudian adalah akankah negara-negara ini mampu membawa ASEAN semakin mendekati mimpinya menjadi sebuah komunitas tahun 2015 nanti?<span id="more-401"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga negara yang akan memegang keketuaan ASEAN yaitu Kamboja, Myanmar dan Laos merupakan bagian di ASEAN yang dikenal dengan negara CLM (Cambodia-Laos-Myanmar). Pengelompokan ini tidak hanya merupakan pengelompokan geografis dimana negara-negara ini merupakan negara Asia Tenggara daratan tetapi juga status keanggotaan dimana mereka merupakan negara anggota baru yang bergabung di ASEAN. Lebih dari itu, negara-negara ini merupakan negara baru merdeka yang masih mengalami banyak permasalahan transisi internal baik dalam hal ekonomi maupun politik. Dalam data daftar ranking negara berdasarkan GDP oleh Bank Dunia, negara-negara ini menduduki peringkat diatas 100 atau lebih rendah daripada setengah total negara-negara dunia dan bahkan lebih rendah daripada ASEAN-6. Sebagai gambaran, pada tahun 2009 GDP per kapita Singapura sebagai sesama anggota ASEAN adalah empat kali GDP Laos, lima kali GDP Kamboja dan sembilan kali GDP Myanmar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal politik, negara-negara CLM merupakan negara yang terkenal dengan permasalahan demokrasi terutama terkait kebebasan berpolitik. Dalam laporan yang dirilis Freedom House; Kamboja, Laos dan Myanmar termasuk dalam negara yang ‘tidak bebas’ dalam penilaian kebebasan yang menyeluruh (<em>global freedom</em>) baik dari <em>political rights</em> maupun <em>civil liberties</em>. Dengan permasalahan internal tersebut, akan sulit bagi negara CLM untuk membagi perhatian antara permasalahan domestik dan keketuannya di ASEAN.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain permasalahan internal tersebut, negara-negara CLM ini juga menghadapi tantangan besar dalam hubungannya dengan negara-negara lain baik dalam ASEAN maupun di kancah internasional yang akan mempengaruhi kepemimpinannya sebagai ketua regional ASEAN nanti. Kamboja yang sedang menjabat sebagai ketua ASEAN tahun ini memiliki konflik perbatasan yang sedang menghangat dengan Thailand. Bagaimana Kamboja sebagai ketua ASEAN dan sebagai <em>disputant</em> menghadapi konflik ini sangat menentukan keberhasilan kepemimpinannya di ASEAN tahun ini dan tentu saja ASEAN secara keseluruhan. Myanmar meskipun tidak memiliki masalah <em>per se</em> dengan masing-masing negara ASEAN, negara ini merupakan negara yang paling diragukan dunia internasional untuk bisa memimpin ASEAN pada 2014 nanti. Pelanggaran HAM dan demokrasi yang saat ini masih belum terselesaikan membuat pengajuan diri negara ini sebagai ketua ASEAN 2014 dikecam dunia. Meskipun telah menunjukkan kemajuan yang signifikan akhir-akhir ini, tetap perlu dipertanyakan apakah perubahan tersebut benar-benar perubahan menuju Myanmar lebih terbuka atau ada <em>vested interest</em> didalamnya. Yang terakhir, Laos dan terutama Brunei Darussalam tidak memiliki masalah dengan negara manapun. Bahkan Brunei Darusalam merupakan negara paling maju kedua secara ekonomi di ASEAN setelah Singapura. Meskipun demikian, negara ini&#8211; tidak hanya karena penduduknya yang kecil tetapi juga karena kebebasan politiknya yang masih setengah-setengah dan tentu saja kebijakan luar negerinya selama ini&#8211; kurang cukup berpengaruh memimpin ASEAN di saat-saat krusial seperti ini. Diperlukan kepemimpinan yang kuat untuk terus menyatukan negara-negara anggota ASEAN dalam sebuah komunitas, mempertahankan demokrasi di Myanmar yang selama ini menjadi nila setitik, menyelesaikan konflik perbatasan dan tentu saja konflik maritim di Laut China Selatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kelemahan masing-masing negara calon ketua ASEAN tersebut, perlu topangan  kuat negara-negara lain di ASEAN untuk membantu mengelola kawasan Asia Tenggara ini. Langkah yang ditempuh Kamboja untuk berhati-hati dalam menyelesaikan konflik perbatasannya dengan Thailand dan mempersilakan Indonesia untuk menjadi pengamat perbatasan merupakan salah satu contoh kolaborasi yang baik antar negara ASEAN dalam menyelesaikan konflik kawasan. Fokus pada pembentukan komunitas ASEAN juga merupakan kunci utama keberhasilan ketua ASEAN mendatang. Dengan tidak terlalu ambisius dengan banyak hal lain dan lebih fokus pada terwujudnya komunitas ASEAN akan sangat membantu ASEAN mendekati targetnya tiga tahun mendatang tersebut. Dan meskipun memiliki kelemahan seperti telah dibahas diatas, kepemimpinan negara-negara lapis dua tersebut bukan berarti tidak akan sukses membawa pada komunitas ASEAN. Kesempatan menjadi ketua ASEAN justru akan lebih mendorong negara-negara lapis ini untuk lebih dapat meningkatkan kapasitasnya agar bisa bersanding dengan negara-negara ASEAN lainnya. Vietnam telah membuktikannya pada keketuannya 2010 silam. Begitu juga, memberi kesempatan pada Myanmar sebagai ketua ASEAN bagaimanapun riskan merupakan langkah yang tepat untuk mendorong negara tersebut tetap berada pada <em>track</em>-nya menuju demokrasi. Pada akhirnya memberikan kesempatan pada negara-negara lemah ini disisi lain justru lebih membawa ASEAN pada suatu komunitas yang lebih setara 2015.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=401&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/19/keketuaan-asean-dan-pertaruhan-komunitas-asean-2015/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/asean1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ASEAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Book Review: Negeri 5 Menara</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/book-review-negeri-5-menara/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/book-review-negeri-5-menara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 05:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book Review]]></category>
		<category><![CDATA[Latest]]></category>
		<category><![CDATA[A Fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[Alif Fikri]]></category>
		<category><![CDATA[book review]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku   : Negeri 5 Menara Pengarang    : A Fuadi Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Tahun             : 2009 ISBN No         : 978-979-22-4861-6 Haha, lagi-lagi ini juga sepertinya review yang sangat telat. Bukunya kapan terbit bacanya baru kapan. Hehe. Jujur saja memang saya sebenarnya sudah kurang begitu tertarik membaca buku fiksi karena &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/book-review-negeri-5-menara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=390&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Judul Buku   : Negeri 5 Menara</p>
<p style="text-align:justify;">Pengarang    : A Fuadi</p>
<p style="text-align:justify;">Penerbit        : PT Gramedia Pustaka</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun             : 2009</p>
<p style="text-align:justify;">ISBN No         : 978-979-22-4861-6</p>
<p style="text-align:justify;">Haha, lagi-lagi ini juga sepertinya review yang sangat telat. Bukunya kapan terbit bacanya baru kapan. Hehe. Jujur saja memang saya sebenarnya sudah kurang begitu tertarik membaca buku fiksi karena dengan waktu saya yang padat saya bahkan tidak bisa membaca habis buku-buku referensi HI saya. Cuma kemaren kebetulan saya harus terkapar di tempat tidur beberapa hari dan kebetulan saya menemukan buku ini di lemari ibu saya, jadi saya membacanya biar nggak bosen. Eh ternyata bagus, jadi saya nggak nahan juga untuk mereview-nya. Terlebih menurut saya buku ini memiliki spirit yang sangat cocok untuk awal tahun seperti ini. Who knows pembaca yang belum membaca kemudian mendapatkan secercah semangat untuk tahun baru ini.^^<span id="more-390"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Buku Negeri 5 Menara bercerita tentang kisah Alif, seorang anak dari kampung kecil Bayur di pinggir Danau Maninjau Sumatera Barat. Dia lebih sering merujuk tempat tinggalnya ini sebagai tempat kelahiran Buya Hamka. Tumbuh dari latar belakang yang agamis, Alif disekolahkan oleh kedua orangtuanya di madrasah. Masalah muncul ketika Alif hendak melanjutkan ke jenjang negeri namun sang ibu memintanya untuk melanjutkan ke sekolah agama. Ibunya berharap Alif dapat menjadi pemimpin agama seperti yang dicita-citakannya ketika melahirkan dulu. Tarik ulur ini kemudian sedikit terpecahkan ketika datang surat dari pamannya Pak Etek Gindo yang sedang berada di Arab. Beliau menceritakan pada Alif tentang sekolah agama bernama Pondok Madani di Jawa Timur yang memiliki kualitas bagus dalam pengajaran agama yang diajarkan dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Arab. Sekolah ini telah menghasilkan banyak lulusan hebat yang sekarang kuliah di Mesir sehingga pamannya ini pun merekomendasikan Alif masuk kesana. Tertarik dengan usul pamannya ini, akhirnya Alif setuju untuk merantau ke Pondok Madani dimana kemudian dia bertemu dengan enam orang yang akan menjadi sahabat dekatnya yaitu Said, Raja, Atang, Dulmajid dan Baso. Kehidupan enam sahabat di pondok ini lah yang menjadi cerita utama buku 5 menara ini. Dikisahkan keenam sahabat ini sering berkumpul di bawah kaki menara masjid sehingga mereka sering disebut sahibul menara atau pemilik menara. Suatu ketika mereka menebak-nebak bentuk awan yang kemudian mereka citrakan sebagai negeri dambaan mereka seperti Alif misalnya beranggapan awan tersebut lebih menyerupai benua Amerika, Raja menganggapnya mirip benua Eropa, Baso melihatnya sebagai benua Afrika, Atang sebagai Asia sementara Said dan Dulmajid lebih nasionalis dengan mengklaim itu adalah awan Indonesia. Pertanyaannya kemudian adalah apakah keenam sahabat ini masing-masing dapat menuju ke negeri yang mereka inginkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca buku tersebut, saya terkesima banyak hal mulai dari bagaimana penulis menceritakan kehidupan di pondok yang mengingatkan saya pada JK Rowling menggambarkan kehidupan Harry dan teman-temannya di Hogwarts. Sangat real, dekat dan detail. Kemudian dari segi substansi, saya juga kagum dengan bagaimana penulis menyisipkan nilai-nilai dan pesan moral disetiap kejadian-kejadian di buku tersebut. Ada banyak sekali nilai-nilai agama yang cukup menggugah saya. Namun mungkin beberapa nilai yang sangat saya dapatkan dari buku ini adalah pertama nilai berbakti kepada orang tua. Bagaimana Alif begitu mempertimbangkan orang tuanya dalam setiap langkah yang ia tempuh. Afterall, gambaran keluarga Alif sendiri sudah menggambarkan bagaimana keluarga islami yang baik itu seperti apa. Kemudian lebih menonjol lagi adalah nilai ‘Man Jadda Wajada- Siapa bersungguh sungguh, akan berhasil’. Saya paling suka quote “pasang niat kuat, berusaha keras, dan berdoa khusyuk, lambat laun apa yang kalian perjuangkan akan berhasil. Ini sunatullah-hukum tuhan”. Yup, Man Jadda Wajada bukan sekadar semboyan yang kita buat tapi adalah janji Tuhan akan setiap usaha manusia. Saya juga suka dengan nilai keikhlasan yang diajarkan bahwa tidak ada cost and benefit dalam keikhlasan. Juga saya</p>
<p style="text-align:justify;">suka penekanan pada pentingnya menuntut ilmu dan merantau. Saya suka sajak Imam Syafii dan ya ikan paus pun ikut berdoa untuk</p>
<p style="text-align:justify;">para penuntut ilmu.^^</p>
<p style="text-align:justify;">Afterall personally saya sangat menikmati buku ini. Cerita tentang kehidupan dalam pondok gontor sendiri sudah merupakan hal baru untuk saya. Dan terakhir, saya suka dengan tokoh Said. Haha.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=390&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/book-review-negeri-5-menara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/negeri-5-menara3.jpg?w=100" />
		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/negeri-5-menara3.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">negeri-5-menara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Welcome 2012!!!</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/welcome-2012/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/welcome-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 04:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Latest]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[bersenang-senang]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[tips sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Haha, ini mungkin blog tahun baru paling telat yang pernah ada. But you know, sometimes we need time for internalizing the meaning of new year rather than taking for granted January 1st without deep understanding what it really means for us. So, after days of lying on my own bed for having sorethroat (thanks for &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/welcome-2012/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=381&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/welcome-20121.jpg"><img class="size-medium wp-image-385 alignleft" title="Welcome 2012" src="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/welcome-20121.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Haha, ini mungkin blog tahun baru paling telat yang pernah ada. But you know, sometimes we need time for internalizing the meaning of new year rather than taking for granted January 1st without deep understanding what it really means for us.</p>
<p style="text-align:justify;">So, after days of lying on my own bed for having sorethroat (thanks for the extreme wheather lately), saya benar-benar bersungguh-sungguh untuk memegang teguh prinsip tahun baru saya yaitu ‘makan banyak, berolah raga banyak, bersenang-senang banyak dan berdoa banyak!’ Haha. Sepertinya menyenangkan.<span id="more-381"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Well, sebagai orang asia, saya sangat percaya bahwa bahwa kunci kebahagiaan hidup adalah keseimbangan. Dalam Islam pun tuhan selalu mengajarkan prinsip keseimbangan ini dengan memerintahkan kita misalnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam hal apapun. Agar kita mengimbangi kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat dan agar kita menafkahkan dari setiap rezeki yang kita dapat. See, everything should be balance!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi mari kita makan yang banyak tapi juga berolahraga yang banyak dan mari kita bersenang-senang yang banyak tapi juga berdoa yang banyak. ^^</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Why we should eat more?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang dosen saya pernah bertanya pada saya “apa yang kamu lakukan dengan temanmu ketika senggang?” Karena waktu itu saya memang sedang hobi berburu kuliner dengan teman saya, saya menjawab “kuliner pak”. Kemudian beliau menimpali “ Wah, hobi makan ya. Baguslah. Orang yang hobi makan itu adalah ciri orang yang bisa menikmati dunia, orang yang berbahagia”.</p>
<p style="text-align:justify;"> Agak lama saya mencerna logika kalimat tersebut. Tapi dari perspektif orang kurus yang susah makan seperti saya, perkataan tersebut ada benarnya. Sejak kecil saya sangat dimanja kalo urusan makanan sehingga saya tumbuh jadi anak yang susah makan dan sangat pilih-pilih. Akibatnya hanya sedikit makanan yang bisa saya makan dengan enak. Saya melewatkan banyak makanan yang sebenarnya sangat nikmat untuk disantap dalam hidup saya yang hanya sekali ini. Parahnya lagi karena yang terlewat tersebut kebanyakan makanan sehat, saya pun jadi gampang sakit. Apalagi nanti kalo sudah tua kan. Belum bayi kita nanti.</p>
<p style="text-align:justify;"> Jadi saya sangat termotivasi sekali sekarang ini untuk eat more. So may be you too.^^</p>
<p style="text-align:justify;"> <em>Then why should we exercise more?</em></p>
<p style="text-align:justify;"> Prinsip keseimbangan berlaku disini. Anda boleh makan banyak tapi ingat anda juga harus olahraga banyak supaya makanan kita tidak mengendap jadi lemak dan bentuk tubuh kita terjaga. Begitu juga dengan daya tahan tubuh kita. Pengamatan saya menunjukkan orang yang berolahraga itu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Auranya lebih fresh dan ceria</li>
<li>Lebih dapat melaksanakan kegiatan seharian</li>
<li>Lebih awet muda.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Percaya atau tidak tapi jika Anda olahraga bentuk tubuh dan stamina anda tidak hanya terjaga selama seharian tapi sampai Anda tua nanti. Saya melihat guru tari saya juga instruktur senam saya perut mereka tetap terlihat kencang walaupun mereka sudah melahirkan berkali-kali. Proses melahirkannya pun katanya lebih mudah karena terbiasanya mereka melakukan latihan perut. Mupeng kan? ^^</p>
<p style="text-align:justify;"> <em>Happy more</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin ketika sesi konsultasi dengan dokter saya bertanya, “Dok, kenapa saya lama sembuh ya padahal saya sudah makan teratur dan minum obat”. Pak Dokter pun tersenyum, “Makan teratur itu mudah mbak. Yang sering mbaknya lupa itu adalah mengelola stres”.</p>
<p style="text-align:justify;">Yup, faktor yang sering dilupakan dalam kesehatan seseorang adalah kesehatan pikiran. Pernah kan melihat orang sakit perut padahal ketika diperiksa tidak ada yang salah dengan pencernaannya? Belakangan diketahui ternyata dia nervous mau ujian. Begitu juga dengan cewek yang sering ngeluh kenapa terlambat datang bulan dan ternyata lagi-lagi karena dia stres.</p>
<p style="text-align:justify;">Well, seperti yang teman saya tulis baru saja di note fb nya, nggak perlu kita bertanya-tanya kenapa kita dilahirkan ke dunia..anggap saja itu anugerah jadi nikmati saja lah. Life is only once, ketika Anda menunggu kapan kebahagiaan itu datang itu akan sangat lama sekali, jadi putuskanlah untuk berbahagia sekarang. Mari kita bersenang-senang!^^</p>
<p style="text-align:justify;"><em>But Remember To Pray More</em></p>
<p style="text-align:justify;">Apapun yang telah kita usahakan, Tuhan lah yang menentukan. Jadi ketuklah pintu Tuhan dengan berdoa yang banyak agar apapun yang kita minta dikabulkan. Agar hidup kita selamat dunia akhirat. ^^</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=381&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/17/welcome-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/welcome-2012.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/welcome-2012.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Welcome 2012</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://totallybela.files.wordpress.com/2012/01/welcome-20121.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Welcome 2012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2011 in review</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/04/2011-in-review/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/04/2011-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 03:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog. Here&#8217;s an excerpt: A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 5,400 times in 2011. If it were a NYC subway train, it would take about 5 trips to carry that many people. Click here to &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2012/01/04/2011-in-review/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=374&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.</p>
<p><a href="/2011/annual-report/"><img src="http://www.wordpress.com/wp-content/mu-plugins/annual-reports/img/emailteaser.jpg" alt="" width="100%" /></a></p>
<p>Here&#8217;s an excerpt:</p>
<blockquote><p>A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about <strong>5,400</strong> times in 2011. If it were a NYC subway train, it would take about 5 trips to carry that many people.</p></blockquote>
<p><a href="/2011/annual-report/">Click here to see the complete report.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=374&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2012/01/04/2011-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.wordpress.com/wp-content/mu-plugins/annual-reports/img/emailteaser.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KL Trip 2011: Another insight for Foreign Travellers</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2011/12/16/kl-trip-2011-another-insight-for-foreign-travellers/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2011/12/16/kl-trip-2011-another-insight-for-foreign-travellers/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 14:54:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel MackTz]]></category>
		<category><![CDATA[KL]]></category>
		<category><![CDATA[KL central]]></category>
		<category><![CDATA[KLCC]]></category>
		<category><![CDATA[Sepang airport]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini untuk keempat kalinya saya mengunjungi Kuala Lumpur, Malaysia. Mengingat banyaknya respon positif terhadap pengalaman saya sebelumnya tentang backpacking ke Malaysia, saya menulis ini sebagai tambahan informasi bagi para peminat travelling ke negari jiran tersebut. Semoga bermanfaat =)  Back To Malaysia Cerita punya cerita, saya dikirim kantor saya untuk mengikuti konferensi tentang Asia Tenggara &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2011/12/16/kl-trip-2011-another-insight-for-foreign-travellers/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=369&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tahun ini untuk keempat kalinya saya mengunjungi Kuala Lumpur, Malaysia. Mengingat banyaknya respon positif terhadap pengalaman saya sebelumnya tentang backpacking ke Malaysia, saya menulis ini sebagai tambahan informasi bagi para peminat travelling ke negari jiran tersebut. Semoga bermanfaat =)<span id="more-369"></span></p>
<p style="text-align:justify;"> <em>Back To Malaysia</em></p>
<p style="text-align:justify;">Cerita punya cerita, saya dikirim kantor saya untuk mengikuti konferensi tentang Asia Tenggara yang diadakan oleh Universiti Malaya. Meskipun hal ini telah direncanakan jauh-jauh hari dan bahkan bulan-bulan sebelumnya, jadwal penelitian lapangan yang baru saja ditentukan membuat semua rencana tersebut kacau karena itu berarti saya akan berada di Bandung pada waktu-waktu di sekitar konferensi dan bisa dipastikan saya akan sangat sibuk dengan kegiatan di lapangan. But what can we expect, akhirnya persiapan saya sangat rush. Saya dapat  tiket mahal banget dan berangkat pagi buta dari Bandara Husein Sastranegara.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini yang menarik. Sebelum-sebelumnya, saya ke KL selalu melewati jalur darat, menyebrang dari Singapura. Jadi ini untuk pertama kalinya saya memasuki KL lewat bandar udara di Sepang (^,^). Saya shock juga ternyata dekat bandara Sepang sangat sepi peradaban. Perjalanan dari bandara ke kota aja memakan waktu sampai dua jam. Mampus, saya sudah tanpa dosa banget memesan penerbangan jam 6.30 pagi T_T</p>
<p style="text-align:justify;">But anyway,yang sudah terjadi biarlah terjadi. Tiba di KLIA (sebutan bandara internasional KL), saya menunggu temen saya dulu. Jadwal penerbangannya dari Jogja kebetulan lebih lambat 45 menit daripada dari Bandung. Agak krik-krik sih. Tapi begitu ketemu, kami langsung heboh menyusun strategi. Maklum, selain jadwal kepulangan yang sangat pagi, kami juga belum memesan penginapan. Haha, benar-benar kacau ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertempatkan di McD (saya selalu melanggar aturan makan saya ketika saya di luar T_T), kami berdiskusi panjang sembari curhat pengalaman lapangan kami masing-masing. Awalnya kami berencana untuk menelpon guest house universitas, tapi bahkan kami tidak punya koin untuk telpon dan tidak tahu juga bagaimana caranya menelpon. Akhirnya, kami memutuskan untuk ke bukit bintang saja dulu, mencoba menginap di hotel dulu tempat saya menginap barang sehari kemudian setelah paginya bertemu panitia, kami akan meminta bantuan mencari hotel terdekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami lalu membeli tiket bis Aerobus dari bandara ke KL central, pusat semua transportasi yang beredar di Kuala Lumpur. Harganya lumayan 8 ringgit atau 1 ringgit lebih murah daripada naik skybus punyanya airasia. Ibu penjual tiket mengatakan kami harus naik monorail seharga 2 ringgit begitu sampai Central untuk menuju ke Bukit Bintang.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Seems to be a perfect plan.</em> Tapi yang namanya perjalanan spontanous kan nggak pernah tau apa yang akan terjadi. Begitu sampai di Central, semua rencana awal kami berubah. Kami bertemu dengan seorang mahasiswi Pahang yang meskipun kurang tau arah berusaha keras membantu kami mencari jalan ke monorail yang menuju Bukit Bintang. Tapi apalah daya, paling tidak dari dia kami jadi tahu kalau Universiti ada di bagian barat Central dan Bukit Bintang ada di bagian Timur. Jadi kenapa nggak kita cari penginapan dulu disini baru kalau tidak ketemu kita ke Bukit Bintang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah kami menyusuri jalan di dekat Central dan hanya sekitar 100 meter, kami menemukan satu hotel kecil yang tampaknya cozy bernama Hotel MackTZ.</p>
<p style="text-align:justify;"> <em>Hotel MackTZ</em></p>
<p style="text-align:justify;">            Saya sangat merekomendasikan hotel ini bagi pembaca yang baru pertama kalinya ke KL. Selain berada di Central, pusatnya transportasi KL, hotel ini lokasinya sangat strategis, hanya berada 100 meter dari perempatan Central. Keluarlah dari Central menuju perempatan, menyebrang jalan dan berjalanlah sedikit ke kanan ke Jalan Tun Sambanthan, Brickfields hingga menemukan plang hotel tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain lokasi, hotel tersebut murah. Saya dan teman saya memesan kamar standar double bed seharga 85 ringgit per malam. Murah untuk ukuran pusat kota seperti ini. Bahkan ini masih lebih murah daripada hostel saya dulu di bukit bintang. Yang lebih penting, tidak hanya murah tapi juga worth it. Untuk ukuran harga seperti itu, saya sudah mendapatkan kamar mungil yang bersih, cozy, ber-AC, wireless, kamar mandi dalam, dekat dengan dispenser dan ironing station. Nggak takut lagi deh baju terlipat di tas. Haha, kok saya malah promo.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi satu hal lagi yang pantas saya sebut disini, pelayan disini sangat ramah (atau mungkin kebetulan saja). Selain mbak pembersih kamar yang juga dari Indonesia, mas-mas resepsionis partime yang juga kuliah di UM juga sangat ramah dan helpful. He helped us alot during our stay in KL.</p>
<p style="text-align:justify;">But anyway, sore itu kami nggak kemana-mana, tepar di kamar sembari, lagi-lagi, sharing pengalaman kami di lapangan (kok kayaknya nestapa banget ya diceritain mulu hehe). Kami cuma pergi makan malam sebentar di Food Court Central. Habis bingung juga kami mau cari makan dimana. Not that delicious even when the food is indonesian hand-made. Cuma surprisenya baru kami lihat-lihat kerudung eh ketemu mbak Nisa, senior saya yang juga ikut konferensi. Dia menginap di my hotel @central yang juga deket kami. Nah, ini hotel juga recomended dan lebih populer sih itungannya daripada hotel kami.</p>
<p style="text-align:justify;"> <em>The D-Day</em></p>
<p style="text-align:justify;">            Dengan badan remek, sangat tidak heran kami bangun kesiangan. Haduh. Acara mulai jam 9 dan 8.30 kami baru berangkat, padahal kami juga belum tahu harus bagaimana kesana. Mas resepsionisnya bilang kami harus naik LRT 4 stasiun ke arah Kelana Jaya terus jalan kaki atau naik taxi. Tapi bahkan kami belum pernah naik LRT sebelumnya. Haha, nggak gaul ya. Lha, habis kemarin-kemarin kesini on tour, jadinya tidak merasakan public transport. Cuma harus saya akui sistem transport disini sudah oke, nggak kalah sama di Singapore. Phase orang-orangnya juga sudah nggak kalah sama negeri tetangganya itu, sudah banyak warga negara asingnya juga. Cuma mungkin yang kadang nggak oke menurut saya adalah masyarakatnya sendiri yang kurang siap dengan segala kemajuan ini. Sudah ada pencetan rambu untuk penyebrang jalan, masih merah aja pada nyebrang. hadeh. Sampe polisi pun harus bertindak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ya sudahlah. Begitu sampai di stasiun Universiti, kami naik bis yang katanya sampai ke UM. Inilah kesalahan kami karena bis tidak ada yang masuk ke UM. We’d better take taxi, itu pun kita harus tahu lokasi tepatnya dimana karena universiti itu sangat luas. Kami sempat nyasar dan harus take taxi dua kali baru bisa nyampai ke Fakultas Sastra dan Social Science. <em>Wiseman says: you should know where to go in KL if you dont want to be broke by taxi fare. </em>Yup, I&#8217;ll remember that.</p>
<p style="text-align:justify;">Overall acara yang saya ikuti hari itu oke, lumayan melupakan ketidakenakan kami di pagi hari. Saya dapat banyak ilmu dari berbagai presenter dari berbagai background. Cuma jelas saya tidak akan membahas panjang lebar tentang substansi konferensi tersebut disini. Haha, you wouldn’t bother what we’re discussing about Southeast Asia.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jelas kemudian malam itu karena kami sangat capek seharian berpikir, kami meninggalkan acara cultural night dan berjalan-jalan di KLCC dan Central Market. Demi Tuhan, bukan saya yang mengajak berjalan-jalan ke tempat itu, hanya nemeni temen saja.  Sama ikut belanja sih. haha. Malam itu kami end up makan makanan thai di warung ibunya yang aslinya dari Padang terus tepar di hotel.</p>
<p style="text-align:justify;">The Next Day</p>
<p style="text-align:justify;">            Esoknya kami sudah mulai hafal jalan kesana. Acara presentasi saya juga berjalan lancar. Saya paling suka dengan presentasi dari seorang profesor sejarah tentang early regionalism di Asia Tenggara dari perspektif maritim instead of current trend of terrestrial regionalism. Menurut saya sangat insightful. Singkatnya tanpa perlu dijelaskan, acara ini sangat penting sebagai pengalaman pertama saya presentasi di tingkat internasional, menjalin network dengan researchers sebidang dari berbagai negara dan yang jelas publikasi pertama saya. Haha.</p>
<p style="text-align:justify;">            Sampai hotel jam 10 malam, kami benar- benar menghabiskan waktu satu jam berikutnya untuk packing karena tiga jam lagi kami harus sudah bangun dan berangkat ke Bandara. For your information, setelah berkonsultasi dengan berbabagai pihak, kami akhirnya memutuskan untuk naik bis paling awal ke bandara, either aerobus ataupun skybus dari Central ke LCCT. Mas resepsionisnya yang menemani kami ke Central karena bagaimanapun itu masih malam. Kami berpikir Central masih akan sangat sepi dan kami mungkin satu-satunya penumpang yang akan menuju bandara. Ternyata kami terlalu ge-er. Meskipun pagi buta, terminal sudah cukup ramai dan bis pun sudah sesak dengan penumpang. Haha. Dengan bis ini lah kami akhirnya menuju ke bandara dan kembali ke penelitian lapangan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">            Goodbye KL, wish to see again next time =)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=369&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2011/12/16/kl-trip-2011-another-insight-for-foreign-travellers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rezeki dalam Islam</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2011/08/22/rezeki-dalam-islam/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2011/08/22/rezeki-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 05:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu saya mengikuti Shalat Tarawih berjamaah di Masjid dekat kos saya. Seperti biasa, jeda antara Shalat Isya’ dan Shalat Tarawih selalu diisi dengan ceramah singkat oleh Imam yang memimpin Shalat pada hari itu. Saya selalu suka sesi ini karena banyak hal baru dan menarik yang saya dapatkan tanpa harus membaca buku-buku agama &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2011/08/22/rezeki-dalam-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=361&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dua hari yang lalu saya mengikuti Shalat Tarawih berjamaah di Masjid dekat kos saya. Seperti biasa, jeda antara Shalat Isya’ dan Shalat Tarawih selalu diisi dengan ceramah singkat oleh Imam yang memimpin Shalat pada hari itu. Saya selalu suka sesi ini karena banyak hal baru dan menarik yang saya dapatkan tanpa harus membaca buku-buku agama terlebih dahulu. Hehe. Setelah beberapa hari sebelumnya diisi dengan ceramah tentang Jaminan Sosial dalam Islam yang menurut saya sangat insightful, hari itupun saya mendapat ceramah yang sangat mencerahkan karena tema hari itu adalah tentang rezeki. Haha.<span id="more-361"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Cerita punya cerita kondisi saya beberapa waktu belakangan ini tepat seperti yang digambarkan Imam tersebut, sedang frustasi dengan ketidakberuntungan yang menimpa. Tiket pesawat yang hangus sia-sia, pengeluaran yang sangat membengkak, sampe kasir yang salah memasukkan harga belanjaan pun dapat membuat saya marmos. Tapi ya begini lah nasib fresh graduate yang belum settle, seret pendapatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya ketika sang Imam memberikan wejangan bagi para manusia yang sedang frustasi dengan rezekinya, saya langsung fokus. Menurut imam tersebut, terdapat beberapa jenis rezeki di dalam Islam dan cara mengupayakannya. <em>Pertama</em>, rezeki dasar yang memang sudah ditentukan Tuhan untuk setiap makhluknya. Jadi meskipun mungkin kita bermalas-malasan, kalo emang udah rezeki kita, ya ada aja yang bisa kita dapat. Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa adanya rezeki jenis pertama ini jangan sampai menjadikan kita fatalis, tidak merasa perlu bekerja karena beranggapan bahwa apa-apa telah diatur Tuhan. Bagaimanapun rezeki dasar ini hanya untuk basic individu saja. Justru adanya rezeki ini membuat kita selalu optimis karena Tuhan telah memberikan bekal rezeki untuk masing-masing kita. <em>Kedua</em>, rezeki yang akan Tuhan berikan ketika kita mengupayakannya. Sebagai makhluk sosial, kebutuhan kita sangat banyak dan Tuhan telah menyatakan secara tegas, dan sekali kali manusia tidak akan mendapatkan selain apa yang telah dia upayakan. Tuhan memiliki neraca perhitungannya sendiri dan malaikatpun tak pernah lengah mencatat setiap perbuatan manusia, oleh karena itu bekerja keraslah jikalau kita ingin mencapai sesuatu. Tidak pernah ada yang sia-sia dari apa yang kita usahakan. Meskipun demikian, beberapa golongan orang rasionalis terlalu berlebihan dalam menilai rezeki sebagai usaha manusia sebagaimana golongan tradisionalis menilai bahwa rezeki telah ditentukan Tuhan sehingga banyak sekali orang hanya beroperasi pada kedua wilayah ini. Padahal masih terdapat tambahan-tambahan rezeki lain yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi Rizki. Jenis rezeki <em>ketiga</em> adalah rezeki yang akan Tuhan tambahkan bagi hambanya yang bersyukur. Dalam Al Quran dijelaskan bahwa Tuhan akan melipatgandakan nikmat untuk para ahli syukur. Hal ini sangat penting untuk menghindarkan manusia dari keputusasaan terhadap rezeki dari Tuhan ketika usahanya mentok. Ketika memang kita sudah berupaya semaksimal mungkin namun rezeki belum juga menghampiri, kita harus bertawakal dan bersyukur dengan apa yang masih kita miliki saat ini. <em>Keempat</em>, Tuhan memberikan rezeki kepada setiap orang yang bertakwa. Betapa kita sebagai umat Islam sangat dilimpahi rezeki dan nikmat dari Tuhan karena setiap perbuatan kita di jalan Tuhan akan membuahkan kebaikan untuk kita. Tuhan telah menyatakan bahwa jika kita membantu dan mempermudah urusan saudara kita, Tuhan pun akan mempermudah urusan kita. Bahwa jika kita mendekati Tuhan satu langkah, Tuhan akan mendekati kita dua langkah. Subhanallah. Kelima, Tuhan memberikan rezeki pada orang yang mengemban tugas berat dari Tuhan seperti para nabi dan orang-orang yang mendedikasikan hidupnya demi agama dan umat seperti para sahabat Nabi dan para ulama. Dan meskipun dalam taraf yang berbeda, poin kelima ini pun dapat kita artikan bahwa sebenarnya setiap umat Islam dapat memperjuangkan rizki Tuhan dengan berjuang untuk agamanya yang memang sudah seharusnya dilakukan. Saat ini tak bisa disangkal bahwa peradaban Islam sedang mengalami kemunduran dan banyak yang bisa dilakukan oleh umat untuk turut merevitalisasi agama kita. Namun tetap, yang menjadi catatan, bukan dengan kekerasan atau cara-cara sempit lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah, banyak cara mengejar rezeki Tuhan sehingga tidak seharusnya ada keputusasaan ketika apa yang kita harapkan belum tercapai. Catatan kecil ini lebih sebagai pengingat untuk diri saya dan semoga juga bermanfaat untuk pembaca. Selamat berpuasa =)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=361&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2011/08/22/rezeki-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Corruption in Southeast Asia: Where is ASEAN?</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2011/07/21/corruption-in-southeast-asia-where-is-asean/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2011/07/21/corruption-in-southeast-asia-where-is-asean/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 08:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Contemporary Issues]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[corruption]]></category>
		<category><![CDATA[southeast asia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Corruption has almost been an incurable disease in Southeast Asian countries. Recently Indonesian viewers have been shocked by the news on two politicians fleeing abroad in an allege of corruption. Muhammad Nazarudin, the former treasurer of Democratic Party and member of national parliament, was allegedly involved in graft case linked to SEA Games and fled &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2011/07/21/corruption-in-southeast-asia-where-is-asean/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=357&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Corruption has almost been an incurable disease in Southeast Asian countries. Recently Indonesian viewers have been shocked by the news on two politicians fleeing abroad in an allege of corruption. Muhammad Nazarudin, the former treasurer of Democratic Party and member of national parliament, was allegedly involved in graft case linked to SEA Games and fled to Singapore where he was said to have moved to other country. Another politician, Nunun Nurbaeti, was wanted by the Corruption Eradication Commission (KPK) for her alleged role in the Bank Indonesia traveler’s check bribery scandal. Her presence is unknown after she was reported to be in Cambodia. These two politicians certainly are not the only corruption suspects who fled abroad. The national newspaper <em>Kompas</em> recently reported the 45 suspects who fled from Indonesia for various scandals related to corruption. It is important to notice that ASEAN countries and its main partner are the common destination for these graft fugitives. Aside from Singapore which become the most often visited country; China, US and Australia seems to be the other options for the criminals.<span id="more-357"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia is not alone. In other countries, it has been widely known that corruption has forced the previous prime minister of Thailand Thaksin Sinawatra to be removed from his position. This has been the begining of political crisis until present while the suspected prime minister is still abroad. Philippinnes is not less worse. Last January, Lt.Col George Rabusa opened pandora box of corruption linking to three former military chief of staff and might also be other forefront politicians. For a broader description, Transparency International has put 6 of 10 ASEAN countries in the low rank of corruption perception index (those lower than 100 from 192 countries) include Indonesia (110), Vietnam (116), Philippinnes (134), Cambodia (154), Laos (176), and Myanmar which only one level up from the most corrupt state – Somalia. To say that corruption has been deeply rooted in Southeast Asia, it is worth looking the institution’s global corruption report 2004 on top ten corrupt world leaders. They are Suharto (Indonesia in the first rank), Ferdinand Marcos (Philippinnes in the second rank) and his predecessor Joseph Estrada.</p>
<p style="text-align:justify;">For all that mentioned, corruption in Southeast Asia is an important issue to be tackled. There are at least two main reasons why corruption should be a crucial agenda in ASEAN. First, the corruption cases in each ASEAN countries have been deteriorating that it will undermine the political stability and economic growth in the respective countries which then affecting ASEAN condition as a whole. Second, the graft fugitives often fled to other ASEAN countries that the cases are no longer domestic issues but belong to transnational crime which must be the concern of ASEAN. If the organization aims to be a community in 2015, then the solution for the regional issues should also be regional. It is baffling when the two Indonesian graft fugitives fled to Singapore and Cambodia, the government seemed trying hard to find them. Let alone arrested them, the government even troubled by the non-existence of extradition treaty between Indonesia and Singapore. Many prominent figures thought it would be easier for Indonesia as the leader of ASEAN to cooperate with other countries to deal with this issue but the country barely made it.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>So where is ASEAN in this issue?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">ASEAN definitely has a platform to deal with corruption. In the blueprint of ASEAN Political and Security Community, Indonesia proposed to put corruption as one of the important issue on the document. It has been stated that in order to prevent and combat corruption, ASEAN countries should strengthen links and cooperation between relevant agencies. In this case, the document refers to the MoU on Cooperation for Preventing and Combating Corruption which signed on 15 December 2004 by anti corruption agencies of respective ASEAN countries. The signatories of this MoU has increased to 8 ASEAN countries except Laos and Myanmar. Aside from this, the ASEAN countries who are signatories of the UN Convention against Corruption are encouraged to ratify the mentioned document. Despite not mentioned in the corruption session, the cooperation on transnational crime imply the countries to enhance cooperation on the issue of extradition. In case there is no extradition treaty between states, ASEAN provides a mechanism namely treaty on mutual legal assistance in criminal matters (MLAT).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Is the platform sufficient?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Basically the instruments provided above are sufficient as the basic platform in cooperation to eradicate corruption. Yet, ASEAN as in other cases often works only in the level of setting norms and regulation. Reading through the joint communique in ASEAN website, we barely able to find those related to the progress in corruption eradication. Therefore, recalling the above discussion on corruption in southeast asia, ASEAN should give this issue a priority in its political and security community. Indonesian chairmanship in the organization would be a momentum because the country is the one who initiate the ASEAN political and security community (APSC), the one who propose to include corruption in the agenda of APSC, and one of countries affected heavily by corruption. Therefore Indonesia should take into light cooperation in eradicating corruption together with other agenda such as ASEAN Defence Ministerial Meeting (ADMM), ASEAN Foreign Minister Meeting (AMM) and Southeast Asian Nuclear Free Zone Committee (SEANFZC) which is occuring right now and has been so developed in ASEAN framework.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.kompas.com/">http://www.kompas.com</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.thejakartapost.com/">http://www.thejakartapost.com</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.transparencyinternational.org/">http://www.transparencyinternational.org</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.aseansec.org/">http://www.aseansec.org</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=357&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2011/07/21/corruption-in-southeast-asia-where-is-asean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>South Sudan’s Independence: A Perpetual Freedom?</title>
		<link>http://totallybela.wordpress.com/2011/07/12/south-sudan%e2%80%99s-independence-a-perpetual-freedom/</link>
		<comments>http://totallybela.wordpress.com/2011/07/12/south-sudan%e2%80%99s-independence-a-perpetual-freedom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 04:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bela pertiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Contemporary Issues]]></category>
		<category><![CDATA[freedom]]></category>
		<category><![CDATA[independence]]></category>
		<category><![CDATA[south sudan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totallybela.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[It is still baffling me to read between the lines article by article on South Sudan’s Independence. I am still puzzled by how the news on Sudan has never been blown up for such a long time on the national newspapers before today it comes out with its dramatic breakthrough on its independence. As other &#8230; <a href="http://totallybela.wordpress.com/2011/07/12/south-sudan%e2%80%99s-independence-a-perpetual-freedom/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=354&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">It is still baffling me to read between the lines article by article on South Sudan’s Independence. I am still puzzled by how the news on Sudan has never been blown up for such a long time on the national newspapers before today it comes out with its dramatic breakthrough on its independence. As other people, I was searching for what has happened during this long silence in the national media and joining the discussion on the future of the newly-born country particularly whether the current independence means a perpetual freedom for the country.<span id="more-354"></span></p>
<p style="text-align:justify;">An Eventual Freedom After Decades of War</p>
<p style="text-align:justify;">Northern and Southern Sudan are basically two neighbouring regions with significantly different characters. Geographically, the northern Sudan is a large desert area contrasting to its southern counterpart which is dominated by grassland and rainforest. While the north is arabic-moslem region, the imagined line in its southern border inhibits the southern neighbour to have such influence and therefore preserve the region in its current state of Christian and traditional culture. As the colonial powers imposed border policy toward their colonies in Africa, the two neighbouring regions were united under one flag of Republic of Sudan. After its independence in 1956, the newly-independent country was undergoing civil war rooted from the discrimination by the central government in the north toward its minority yet oil-rich region in the south. It also angered the southern Sudan when the central government proposed to impose Islamic law over the entire country which not all Islamic adherent. As a result of this conflict, the Southern Sudan Autonomous Region was established in 1972 and last only for a decade. With the ongoing tension, the second civil war broke up since then with Sudan People’s Liberation Army/Movement (SPLM) getting tough on their claim for independence. As the conflict getting severe with more than two million people died and another millions people being displaced, the international community called for dispute settlement which only occurred in 2005 by the Comprehensive Peace Agreement. Despite slow progress, the six-year disengagement has out fruited on the fair election last January which decided 98.83 voters in favour of independence and only 1.17 voters vote for unity. Therefore, the event of 9 July 2011 witnessed the celebration for the separation of South Sudan from its previous entity.</p>
<p style="text-align:justify;">A Perpetual Freedom for the New Country?</p>
<p style="text-align:justify;">Despite the declaration of independence of the South Sudan has for the moment been thought as the end of the oppression by the northern central government and the beginning of freedom for the south or what they claimed as being ‘one class citizen in their own country’, it is still questionable whether this freedom would only last temporarily or would be perpetual as in the case of other ‘settled’ independent country.</p>
<p style="text-align:justify;">External Challenges</p>
<p style="text-align:justify;">Only a couple of days after its independence, South Sudan received broad recognition from international community. It has been publicly stated that US, Britain, Russia and China is ready to support the new country and to establish cooperation in order to strengthen the domestic transition after the independence. In the one hand, the flooding recognitions from the United Nations and the major powers would mean a guarantee for South Sudan’s independence. It also can be used as the deterrence to prevent the northern to re-occupy the country. Yet, the support from external powers particularly from those who have interest in this natural resource-rich country is also an alarm for South Sudan toward another type of ‘take over’. The dream to become the first class citizen in their own country would still be a challenge for Sudanese. At last, despite the international support would minimize the possibility for future occupation by the north; the unresolved border conflicts between the two would still threaten this unstable country.</p>
<p style="text-align:justify;">Internal Challenges</p>
<p style="text-align:justify;">With the shadow of external challenges, South Sudan will still face complicated domestic challenges. The country which was long torn by civil war is still the least-developed country with low level of prosperity in all sectors ranging from health, education, infrastructure among many others. With the newly established government in charge, it would be a daunting task to create a stable country from its current fragility. Its heavy dependence on oil sector would add up the country to another volatility in the future. Despite the independence of South Sudan received an absolute numbers of voters, the current domination by ethnic Dinka in the Southern Sudan is another matter for the country.</p>
<p style="text-align:justify;">To sum up, the perpetual freedom of the country would depend on how this new country deals with the above-mentioned challenges. Despite the South Sudan by virtue take all the responsibility on its future destiny, it is also a responsibility for the international community which used to support the independence of the country to remain supporting the transition of South Sudan until it is considered able to stand on its own.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.bbc.co.uk/">http://www.bbc.co.uk</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.guardian.co.uk/">http://www.guardian.co.uk</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.kompas.com/">http://www.kompas.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/totallybela.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/totallybela.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/totallybela.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/totallybela.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/totallybela.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/totallybela.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/totallybela.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/totallybela.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/totallybela.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/totallybela.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/totallybela.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/totallybela.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/totallybela.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/totallybela.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=totallybela.wordpress.com&amp;blog=9884121&amp;post=354&amp;subd=totallybela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totallybela.wordpress.com/2011/07/12/south-sudan%e2%80%99s-independence-a-perpetual-freedom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d96a963c4e3cb30904b1bf7adc69672?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belarusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
